REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV – Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Israel dalam sebuah kunjungan diplomatik yang disambut hangat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Kunjungan dua hari pada Rabu-Kamis ini difokuskan pada penguatan kerja sama di bidang keamanan, ekonomi, dan teknologi, yang menandai semakin eratnya penyelarasan kebijakan antara New Delhi dan Tel Aviv.
Berdasarkan laporan Associated Press, agenda Modi meliputi pertemuan dengan Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog, penyampaian pidato di Knesset (parlemen Israel), serta penandatanganan sejumlah kesepakatan kerja sama. Data menunjukkan perdagangan bilateral India-Israel telah mencapai angka 3,62 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2025.
Dalam pidatonya di hadapan parlemen Israel, PM Modi menegaskan bahwa India dan Israel adalah "mitra tepercaya" yang hubungannya sangat vital bagi perdagangan dan keamanan. Ia juga menyampaikan simpati atas serangan 7 Oktober 2023 dan menegaskan sikap keras India melawan terorisme.
"Tidak ada yang bisa membenarkan terorisme," ujar Modi, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Di sisi lain, Netanyahu memuji India sebagai sekutu luar biasa yang tetap setia berdiri di samping Israel.
Namun, kunjungan ini menuai sorotan tajam karena dilakukan di tengah operasi militer Israel di Gaza yang telah menelan ratusan ribu korban jiwa warga Palestina. Para pengamat menilai kehadiran Modi memberikan penguatan diplomatik bagi Israel yang saat ini sedang menghadapi kecaman internasional atas dugaan kejahatan perang dan genosida.




