Rabu 25 Feb 2026 16:23 WIB

Apakah Marah Membatalkan Puasa Ramadhan?

Di antara pesan Rasulullah SAW ialah menjauhkan diri dari sifat amarah.

Rasa marah (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Rasa marah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa Ramadhan pada hakikatnya tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengutamakan pengendalian diri. Agar pahala shaum tidak berkurang atau bahkan hilang sama sekali, seorang Mukmin dianjurkan untuk berhati-hati dalam bersikap dan berucap. Karena itu, agama ini menganjurkan agar menjauhi marah-marah selama berpuasa.

Ahli tafsir Alquran, Prof Quraish Shihab dalam bukunya, Menjawab...? 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui menjelaskan bahwa marah-marah memang tidak membatalkan puasa. Namun, kemarahan itu akan mengurangi nilai puasa seseorang apabila amarah diluapkan bukan pada tempatnya.

Baca Juga

Sebab, marah yang tidak pada tempatnya adalah perbuatan setan. Cara mengatasinya ialah dengan berwudhu dan segera memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan.

Dalam bahasa Arab, marah disebut sebagai ghadzab. Nabi Muhammad SAW berpesan agar umatnya menjauhkan diri dari sifat amarah. Dari Abu Hurairah RA, diketahui, Rasulullah SAW bertemu dengan seorang pria yang meminta nasihat kepadanya.

"Wahai, Rasulullah, perintahkan aku untuk mengerjakan amalan baik yang kuanggap sedikit (tidak menyita waktu)!" pinta orang itu.

Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Jangan marah!" Sabda ini beliau ulangi berkali-kali tiap orang itu mengajukan pertanyaan yang sama. "Jangan marah!'

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement