REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT— Pemukim Israel meningkatkan serangan mereka di Tepi Barat yang diduduki selama Ramadhan, mereka membakar rumah dan kendaraan milik warga Palestina di desa Susya di Masafar Yatta, selatan Hebron.
Kejadian yang berlangsung Selasa (24/2/2026), mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa tersebut bersamaan dengan serangan besar-besaran yang menargetkan penggembala domba di selatan Tepi Barat dan bentrokan dengan pemuda yang melawan penyerbuan pemukim di Nablus.
Dilansir Aljazeera, Rabu (25/2/2026), secara rinci, organisasi hak asasi manusia Al-Bider melaporkan dalam sebuah pernyataan, pemukim menyerang Desa Syusya.
Mereka merusak lima rumah dan beberapa mobil milik warga Palestina, membakar kerusakan material yang parah serta menebar ketakutan di antara penduduk, terutama anak-anak dan perempuan.
Kantor berita Palestina (Wafa) dan sumber-sumber lokal menyebutkan, para pemukim dengan sengaja melemparkan bom gas air mata ke dalam beberapa rumah selama serangan tersebut, yang mengakibatkan beberapa orang mengalami sesak napas.
Platform media sosial Palestina menyebarkan video yang diambil dari kamera pengawas yang merekam saat para pemukim menyerbu desa dan membakar properti warga.
Sementara itu, lembaga penyiaran Israel menyiarkan rekaman yang sama yang menunjukkan orang-orang bertopeng membakar rumah dan mobil Palestina di desa tersebut.
"تخنقنا من الغاز ولا حياة لمن تنادي".. هجوم شنه عشرات المستوطنين على "خربة سوسيا" جنوبي الخليل أسفر عن إحراق مركبات ومساكن تابعة للأهالي وتدمير ممتلكاتهم تحت جنح الظلام pic.twitter.com/Tu9ACbIOQo
— الجزيرة مباشر (@ajmubasher) February 25, 2026
Mengancam para penggembala dan menutup jalan
Serangan-serangan tersebut tidak hanya terjadi di Susya, tetapi juga meluas ke wilayah-wilayah lain di Provinsi Al-Khalil. Para pemukim mengejar para penggembala domba dari keluarga Al-Na'amain di Khirbat Aqwa'is, Masafar Yatta, menurut laporan Pusat Informasi Palestina.




