Rabu 25 Feb 2026 14:37 WIB

Pemukim Yahudi Israel Semakin Brutal di Tepi Barat: Serbu Desa, Rusak Rumah, dan Bakar Mobil

Pemukim Yahudi melakukan aksi anarkis tanpa sanksi.

Pasukan Israel menghentikan pengungsi Palestina yang berusaha kembali ke kamp pengungsi Nur Shams selama operasi militer Israel di dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, 9 Februari 2026.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Pasukan Israel menghentikan pengungsi Palestina yang berusaha kembali ke kamp pengungsi Nur Shams selama operasi militer Israel di dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, 9 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT— Pemukim Israel meningkatkan serangan mereka di Tepi Barat yang diduduki selama Ramadhan, mereka membakar rumah dan kendaraan milik warga Palestina di desa Susya di Masafar Yatta, selatan Hebron.

Kejadian yang berlangsung Selasa (24/2/2026), mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa tersebut bersamaan dengan serangan besar-besaran yang menargetkan penggembala domba di selatan Tepi Barat dan bentrokan dengan pemuda yang melawan penyerbuan pemukim di Nablus.

Baca Juga

Dilansir Aljazeera, Rabu (25/2/2026), secara rinci, organisasi hak asasi manusia Al-Bider melaporkan dalam sebuah pernyataan, pemukim menyerang Desa Syusya.

Mereka merusak lima rumah dan beberapa mobil milik warga Palestina, membakar kerusakan material yang parah serta menebar ketakutan di antara penduduk, terutama anak-anak dan perempuan.

Kantor berita Palestina (Wafa) dan sumber-sumber lokal menyebutkan, para pemukim dengan sengaja melemparkan bom gas air mata ke dalam beberapa rumah selama serangan tersebut, yang mengakibatkan beberapa orang mengalami sesak napas.

Platform media sosial Palestina menyebarkan video yang diambil dari kamera pengawas yang merekam saat para pemukim menyerbu desa dan membakar properti warga.

Sementara itu, lembaga penyiaran Israel menyiarkan rekaman yang sama yang menunjukkan orang-orang bertopeng membakar rumah dan mobil Palestina di desa tersebut.

Mengancam para penggembala dan menutup jalan

Serangan-serangan tersebut tidak hanya terjadi di Susya, tetapi juga meluas ke wilayah-wilayah lain di Provinsi Al-Khalil. Para pemukim mengejar para penggembala domba dari keluarga Al-Na'amain di Khirbat Aqwa'is, Masafar Yatta, menurut laporan Pusat Informasi Palestina.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement