REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam artikel tajam yang diterbitkan di surat kabar Haaretz, penulis Israel Mordechai Gilat mengulas serangkaian skandal yang mengguncang lembaga-lembaga politik dan hukum di Israel.
Dia menggambarkannya sebagai peristiwa yang tidak mungkin terjadi di negara normal yang menghormati hukum.
Penulis berpendapat, situasi Israel saat ini dikuasai oleh kepentingan pribadi yang sempit, mulai dari lembaga kepresidenan hingga lembaga penegak hukum, termasuk menteri-menteri sayap kanan yang telah mengubah negara menjadi arena untuk menyelesaikan masalah politik.
Aksi diam Herzog
Dikutip Aljazeera, Senin (23/2/2026), penulis berhenti sejenak pada apa yang disebutnya sebagai skandal Presiden Isaac Herzog, mengkritik tanggapannya yang lemah terhadap tekanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait permintaan pengampunan dan menghentikan persidangan pidana terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dia bertanya, "Mengapa Herzog bertindak seolah-olah dia berada di bawah kendali perdana menteri? Dan mengapa dia diam ketika Trump menghina dia secara terbuka di hadapan dunia?"
Gilat berpendapat, permintaan Trump bukan sekadar campur tangan asing, melainkan upaya untuk mempermalukan lembaga kepresidenan Israel dengan persekongkolan diam-diam dari Netanyahu yang melarikan diri dari persidangan.




