Sabtu 23 May 2026 06:37 WIB

BAZNAS Hadirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026

Program Balai Ternak telah membawa perubahan besar bagi masyarakat desa.

Peternak di Balai Ternak Baznas di Kabupaten Lampung Tengah sedang memberi makan sapi.
Foto: Muhammad Hafil / Republika
Peternak di Balai Ternak Baznas di Kabupaten Lampung Tengah sedang memberi makan sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menghadirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026. Ini sebagai upaya menjadikan ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Melalui program ini, BAZNAS memberdayakan peternak mustahik di berbagai daerah. Salah satunya melalui Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah yang berlokasi di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Baca Juga

Program tersebut menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, spiritual, hingga teknologi digital.

Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah berdiri sejak 14 September 2019 dan tersebar di tiga desa, yakni Desa Rukti Endah, Desa Rama Yana, dan Desa Rejo Asri. Program ini awalnya membina empat kelompok ternak, yaitu Rambon Asri, Barokah Mendho, Langgeng, dan Lumintu.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan bahwa program kurban yang dikembangkan BAZNAS merupakan bentuk nyata bagaimana zakat dan kurban mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Kurban bukan hanya ibadah tahunan, tetapi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Ketika masyarakat berkurban melalui BAZNAS, mereka tidak hanya membantu penerima manfaat daging kurban, tetapi juga memberdayakan peternak mustahik agar mandiri secara ekonomi,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS terus memperkuat ekosistem peternakan rakyat melalui pendampingan intensif, penguatan kelembagaan, penyediaan sarana produksi, hingga akses pemasaran.

“Target kami bukan sekadar peternak bertahan hidup, tetapi naik kelas dari mustahik menjadi muzaki,” tambahnya.

Ketua Koperasi Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama, mengatakan bahwa kehadiran program Balai Ternak telah membawa perubahan besar bagi masyarakat desa, terutama dalam hal kesejahteraan. Mulai dari kemampuan menyekolahkan anak di perguruan tinggi hingga keberhasilan membangun rumah yang lebih layak.

Peternak di Balai Ternak Baznas di Kabupaten Lampung Tengah menimbang seekor kambing sebelum dikirim ke pemesan untuk dijadikan hewan kurban. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement