REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibadah umrah pada bulan Ramadhan 2026 memiliki kekhasan tersendiri dibanding musim lainnya. Selain nilai spiritual yang tinggi, kepadatan jamaah juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak awal.
Ketua Bidang Litbang DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Ulul Albab membagikan sejumlah tips bagi jamaah agar ibadah tetap optimal di tengah padatnya musim Ramadhan.
Menurut Ulul, manajemen waktu menjadi kunci utama. Jamaah disarankan memilih waktu thawaf pada malam hari atau menjelang sahur untuk menghindari kepadatan ekstrem. Sementara menjelang berbuka puasa biasanya menjadi jam puncak aktivitas di Masjidil Haram.
"Dalam menghadapi kepadatan musim Ramadhan, jamaah disarankan menerapkan manajemen waktu ibadah yang bijak, seperti memilih waktu thawaf pada malam hari atau menjelang sahur serta menghindari jam puncak sebelum berbuka," ujar Ulul saat dihubungi Republika, Jumat (13/2/2026).
Selain itu, pengaturan energi saat berpuasa juga krusial. Jamaah dianjurkan menjaga hidrasi saat sahur dan berbuka (iftar), serta membatasi aktivitas fisik berat di siang hari agar stamina tetap terjaga hingga malam.
"Strategi menjaga energi saat puasa juga menjadi hal krusial, termasuk menjaga hidrasi saat sahur dan iftar serta mengatur aktivitas fisik di siang hari," ucap Ulul.
Dari sisi teknis, Ulul menyarankan jamaah membawa perlengkapan sederhana namun fungsional, seperti sandal empuk, payung, kacamata hitam, dan tas kecil anti-air untuk menunjang mobilitas.




