Jumat 06 Feb 2026 10:35 WIB

Wamenlu: RI Dorong Solidaritas Dunia Islam Hadapi Geopolitik Global

Anis menyebut, fragmentasi di dunia Islam menuntut solusi berbasis kebersamaan.

Wamenlu Anis Matta mendesak negara Arab dan Islam hentikan genosida Israel Wamenlu Anis mendesak negara Arab dan Islam hentikan genosida Israel
Foto: Dok Istimewa
Wamenlu Anis Matta mendesak negara Arab dan Islam hentikan genosida Israel Wamenlu Anis mendesak negara Arab dan Islam hentikan genosida Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta menegaskan kesiapan Indonesia untuk berperan dalam mendorong solidaritas dunia Islam di kancah internasional guna menghadapi dinamika geopolitik global serta mengatasi tantangan bersama.

“Indonesia, sebagai negara dengan komunitas Muslim terbesar yang demokratis, stabil, dan memiliki otonomi strategis, siap membangun kemitraan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia Islam,” tegas Wamenlu Anis, menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan Anis dalam seminar “Indonesia and Integration into the Islamic World: New Roadmap” yang diselenggarakan melalui kerja sama antara KBRI Kairo dan Al Hewar Center for Political and Media Studies di Kairo, Mesir, pada Rabu (4/2/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, Anis menyebut fragmentasi di dunia Islam serta menurunnya kepercayaan terhadap tata kelola global, menuntut solusi yang berbasis kebersamaan, kemitraan, dan kemandirian strategis.

Karena itu, ia menyerukan agar dunia Islam menggelorakan semangat kolektivitas menghadapi dinamika geopolitik global dan melemahnya tata kelola dunia, sembari menekankan bahwa Indonesia siap berperan mewujudkan hal tersebut. 

Wamenlu mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila adalah relevan untuk ditawarkan kepada dunia Islam di tengah transisi global yang ditandai konflik, ketidakpastian, dan kekacauan sistemik.

 

photo
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri), Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (kedua kiri), Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta (kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (ketiga kanan), Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo (kedua kanan) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri PKP Maruarar Sirait (depan kiri) dan investor Qatar Sheikh Abdul Aziz Al Thani (depan kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2025). Indonesia menyepakati kerja sama pembangunan 1 juta rumah termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan investor Qatar. - (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement