Kamis 29 Jan 2026 16:47 WIB

Dirjen Kemenhaj Blak-blakan: Masih Ada Upaya Percaloan Pengadaan Haji

Harun menegaskan, Kemenhaj menutup rapat celah tersebut pada tahun ini.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid
Foto: Republika/Thoudy Badai
Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Latar belakang Harun Al Rasyid sebagai mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjuluk “Raja OTT” menjadi modal penting dalam mengemban amanah barunya sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah. Pengalaman panjang membongkar praktik korupsi membuatnya sangat peka terhadap celah-celah rawan penyimpangan, termasuk dalam pengelolaan haji.

Harun menegaskan, pencegahan praktik jual beli kuota haji harus dilakukan sejak hulu hingga hilir. Menurut dia, penyelenggaraan haji bukan hanya soal keberangkatan jamaah, tetapi rangkaian proses panjang yang dimulai jauh sebelum musim haji tiba hingga tahap pertanggungjawaban pascapelaksanaan. 

Baca Juga

“Dari awal proses haji itu ada tahapan pra-haji, lalu pelaksanaan hajinya sendiri, dan setelah itu ada pertanggungjawaban. Semua tahapan itu harus bersih,” ujar Harun dalam wawancara khusus dengan Republika, Rabu (27/1/2026).

photo
Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid - (Republika/Thoudy Badai)

Pada tahap pra-haji, ia menyoroti persoalan pendaftaran jamaah, baik haji reguler maupun haji khusus. Harun menegaskan daftar jamaah harus tersusun rapi dan tertutup dari upaya manipulasi, seperti praktik “nyodok” nomor porsi tanpa dasar yang sah.

"Tidak ada kemudian upaya-upaya mengganti nama-nama jamaah itu. Misalnya yang nomor urut porsi belakangan kemudian bisa nyodok (maju) ke depan tanpa ada alasan yang jelas. Tapi kalau untuk penggabungan atau penggantian pendamping lansia itu kan dimungkinkan," ucap Harun. 

 
photo
Ilustrasi Jamaah Haji Asal Kabupaten Bandung Barat yang Diberangkatkan Tahun 2025. Jumlah Calon Jamaah Haji yang Berangkat Tahun Depan di Bandung Barat Mengalami Penurunan Drastis. - (Ferry Bangkit/ Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement