REPUBLIKA.CO.ID,Biasanya, sholat jamak identik dengan orang yang sedang melakukan perjalanan. Namun, bagaimana hukumnya menjamak sholat saat hujan? Sebagaimana diketahui secara umum dalam kitab-kitab fikih, sholat-sholat yang dapat dijamak seperti sholat Zhuhur dijamak dengan Ashar dan sholat Maghrib dengan Isya.
Sementara itu, sholat Subuh tidak dapat dijamak, baik dengan sholat sebelumnya maupun dengan shalat sesudahnya. Sama halnya dengan tidak boleh menjamak sholat Ashar dengan Maghrib dan Isya.
Jamak menurut bahasa artinya mengumpulkan, sedangkan menurut istilah ialah mengumpulkan dua sholat fardlu yang dikerjakan dalam satu waktu dan dikerjakan secara berturut-turut. Misalnya, mengerjakan sholat Zhuhur dan Ashar pada waktu sholat Zhuhur.
Pertama, mengerjakan sholat Zhuhur dan setelah selesai dilanjutkan dengan sholat Ashar tanpa terpisah oleh zikir atau kegiatan lainnya. Sholat jamak merupakan salah satu kemudahan atau keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Sholat jamak pernah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat ibnu Umar, yang artinya sebagai berikut: Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat Zhuhur ke waktu Ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak sholat keduanya.
Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau sholat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan. Sholat fardlu yang boleh dijamak, yaitu sholat Zhuhur dijamak dengan Ashar dan sholat Maghrib dijamak dengan Isya.




