REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Sebuah dinar emas yang dicetak di Inggris ditemukan dengan tulisan tauhid serta syahadat di kedua sisinya pada pertengahan abad ke-19.
Meskipun dinar yang ditemukan di Roma itu dicetak berabad-abad sebelumnya, dinar itu baru terkenal setelah laporan yang disusun oleh peneliti numismatik Adrian Le Nageberir diterbitkan dan dikirimkan ke Asosiasi Kolektor Koin Inggris pada 1841.
Jika kita melihat laporan ini, kita akan menemukan bahwa sejarah pencetakan dinar ini berasal dari masa pemerintahan Raja Inggris Offa Rex, yang hidup pada paruh kedua abad ke-8 Masehi, yaitu sekitar 1200 tahun yang lalu.
Offa Rex adalah salah satu raja Anglo-Saxon terkemuka yang menyatukan emirat-emirat di Kepulauan Britania yang berselisih di bawah Kerajaan Mercia setelah konflik dan perang yang berkepanjangan.
Ia dianggap sebagai salah satu raja terhebat pada masa itu karena memerintah selama hampir empat puluh tahun dan merupakan salah satu pendiri besar penyatuan Kepulauan Britania.
Pertanyaan yang paling menonjol adalah: Mengapa Offa mencetak dinar emas ini dengan tulisan Islam? Dan mengapa dinar ini ditemukan di Roma?
Jika kita kembali ke sejarah Inggris antara pertengahan abad ke-4 Masehi dan pertengahan abad ke-6 Masehi, kita akan menemukan bahwa negara tersebut mengalami invasi Jermanik pertama, di mana orang-orang Jermanik disebut sebagai Anglo-Saxon atau Saxon, yaitu kelompok yang terdiri dari Saxon, Inggris, dan Goth yang datang dari Denmark dan pulau Gotland (yang sekarang berada di Swedia) dan Jerman.
Kelompok-kelompok ini menyerang pulau Inggris tanpa perlawanan kuat dari penduduk asli, yang melarikan diri dari penjajah digdaya dan menetap di wilayah selatan Wales, yang kemudian menjadi tempat tinggal mereka.




