Kamis 22 Jan 2026 16:38 WIB

Gandeng BRIN, UIN Jakarta Perkuat Riset di Berbagai Bidang

UIN Jakarta tingkatkan kualitas riset.

Jajaran pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beraudensi dengan Pimpinan BRIN.
Foto: Dok Istimewa
Jajaran pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beraudensi dengan Pimpinan BRIN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan audiensi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kantor Pusat BRIN, Gedung B J Habibie, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperjelas arah dan penguatan kerja sama riset antara UIN Jakarta dan BRIN, seiring rencana berakhirnya nota kesepahaman (MoU) kedua institusi pada Maret 2026 mendatang.

Baca Juga

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar, menegaskan pentingnya penyelarasan konsep dan arah kerja sama riset dengan kebijakan BRIN terkini.

"Hal ini dinilai krusial, terutama dalam konteks transformasi UIN menuju atau berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH)," katanya.

Menurut Rektor Asep, penyesuaian kelembagaan dan skema kolaborasi riset perlu dipersiapkan secara matang agar kerja sama tidak bersifat administratif semata, melainkan produktif dan berkelanjutan.

Rektor juga menyoroti masih adanya persoalan birokrasi pendanaan penelitian yang kerap menghambat produktivitas peneliti di perguruan tinggi.

"Karena itu, dukungan sistem riset nasional yang lebih adaptif dan kolaboratif dinilai menjadi kebutuhan mendesak," jelasnya.

Kedepan pasca pertemuan tersebut kata Rektor UIN Jakarta akan melakukan sosialisasi terkait program dan agenda riset BRIN yang bisa diakses oleh dosen UIN Jakarta. "Nanti tim BRIN akan kita undang ke UIN Jakarta," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Prof Arif Satria, menyampaikan BRIN saat ini didorong untuk fokus pada riset-riset yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Beberapa bidang prioritas yang menjadi perhatian utama BRIN meliputi sektor kesehatan, pangan, serta teknologi terapan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement