Kamis 22 Jan 2026 16:16 WIB

Apa Tujuan Serangan Teror di Yaman Selatan Saat Situasi Mulai Kondusif? Ini Kata Pemerintah

Yaman menghadapi ancaman perang saudara dan disintegrasi.

Tank Saudi di Pelabuhan Hudaydiyah, Yaman.
Foto: EPA Photo
Tank Saudi di Pelabuhan Hudaydiyah, Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID, HADRAMAUT— Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman mengatakan serangan terhadap konvoi Komandan Divisi Kedua Pasukan Raksasa di ibu kota sementara Yaman, Aden, bertujuan untuk mengacaukan situasi keamanan dan mengacaukan keadaan.

Terutama karena serangan itu bertepatan dengan momen nasional yang sensitif, di mana Yaman, dengan dukungan Arab Saudi, berusaha menyatukan keputusan keamanan dan militer serta memulihkan lembaga-lembaga negara.

Baca Juga

Ledakan mobil bom di konvoi Brigadir Jenderal Hamdi Shukri pada Rabu (21/1/2026) menewaskan lima orang dan melukai tiga orang lainnya dalam serangan yang digambarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Yaman sebagai "teroris".

Menurut Agence France-Presse, sebuah mobil bom yang diparkir di pinggir jalan di daerah Ja'ula, utara Aden, meledak saat iring-iringan Shukri lewat. Shukri selamat dari serangan itu, dan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Kerja sama yang berbahaya

Dalam pernyataan pada Kamis, Dewan menekankan waktu dan sifat serangan tersebut mengungkapkan apa yang digambarkannya sebagai "tingkat kerja sama yang berbahaya antara kelompok-kelompok teroris dan jaringan penyelundupan.

Hal ini dengan tujuan untuk melemahkan fondasi keamanan nasional dan melemahkan kemampuan negara untuk melindungi pencapaiannya.

Pernyataan tersebut mengancam akan mengejar para pelaku dan semua orang yang berada di belakang mereka atau bersekongkol dengan mereka atau mendanai mereka.

Dewan menekankan bahwa negara berada dalam konfrontasi terbuka dengan terorisme, yang dianggap sebagai ancaman eksistensial terhadap kedaulatan, stabilitas, dan pembangunan.

Dewan Kepemimpinan Presiden menyerukan kepada semua kekuatan nasional dan komponen politik untuk bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan melindungi pencapaian yang telah diraih dalam upaya memulihkan lembaga-lembaga negara dan mengakhiri kudeta milisi teroris Houthi yang didukung oleh rezim Iran, menurut pernyataan tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement