REPUBLIKA.CO.ID,NEWYORK — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (18/2/2026), mengutuk keras tindakan pasukan Israel yang menghancurkan infrastruktur di dalam kantor pusat Badan Bantuan dan Pekerjaan Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki.
Terlebih, pasukan zionis mengganti bendera PBB menjadi bendera Israel berupa bintang daud usai menghancurkan gedung UNRWA.
"Sekretaris Jenderal mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan otoritas Israel untuk merobohkan kompleks UNRWA Sheikh Jarrah," kata juru bicara Guterres Farhan Haq dalam konferensi pers.
Mengutip prinsip kekebalan dan keutuhan kantor PBB, menurut Haq, sekretaris jenderal menilai sebagai hal yang sama sekali tidak dapat diterima. Mengutip Guterres, Haq menegaskan, tindakan eskalatif yang berkelanjutan terhadap UNRWA, tidak sesuai dengan kewajiban jelas Israel di bawah hukum internasional. Termasuk, Piagam PBB dan Konvensi tentang Hak Istimewa dan Kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Sekretaris Jenderal mendesak Pemerintah Israel untuk segera menghentikan perobohan kompleks UNRWA Sheikh Jarrah, dan mengembalikan serta memulihkan kompleks tersebut serta fasilitas UNRWA lainnya kepada PBB tanpa penundaan,"tegas dia.
For the first time in the history of the United Nations.
Israel takeover of UNRWA headquarters in Jerusalem and raised its flag over the building.
This violates Article 52 of Additional Protocol (I) Geneva Conventions and the UN Charter, which stipulates that “The property and… pic.twitter.com/uhROc3qfEJ
— Mohamad Safa (@mhdksafa) January 20, 2026




