Rabu 04 Feb 2026 07:55 WIB

Bahas BoP dalam Pertemuan dengan Presiden, PUI Pahami Posisi RI tak Mudah

Indonesia diminta untuk tetap menjaga posisi yang bermartabat.

Presiden Prabowo Subianto bertemu pimpinan ormas Islam dan ponpes di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto bertemu pimpinan ormas Islam dan ponpes di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Umat Islam (DPP PUI) Raizal Arifin menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan organisasi masyarakat Islam dan tokoh pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Selasa (3/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk perkembangan internasional terkait Palestina dan wacana Board of Peace (BoP)/Dewan Perdamaian. Dalam kesempatan itu, Raizal menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga

Menurut dia, sikap Presiden sejalan dengan aspirasi umat Islam Indonesia dan prinsip konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.“Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang secara konsisten menunjukkan keberpihakan pada perjuangan rakyat Palestina. Ini mencerminkan sikap moral bangsa Indonesia dalam membela keadilan dan kemanusiaan,”kata Raizal.

Raizal juga menyampaikan, PUI memahami posisi Indonesia yang tidak mudah di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Ia menilai kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kerap menghadirkan ketidakpastian dan tekanan geopolitik yang luas.

“Kami memahami bahwa Indonesia berada pada posisi yang sulit. Di satu sisi ada kewajiban moral membela Palestina, di sisi lain ada dinamika global yang dipengaruhi kebijakan Amerika Serikat yang sering tidak terduga dan cenderung transaksional,”kata dia.

photo
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban (kiri) saat upacara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF), di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). - (EPA/GIAN EHRENZELLER)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement