Selasa 20 Jan 2026 16:55 WIB

Viral Promo Nikah Gratis Durian dan Rambutan, Ini Kata Kemenag

Beberapa KUA menawarkan durian gratis bagi pasangan yang menikah.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Pernikahan dan menikah (Ilustrasi)
Foto: Republika
Pernikahan dan menikah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Viralnya video promo pernikahan yang dibuat oleh sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) dengan iming-iming hadiah buah lokal seperti durian dan rambutan di media sosial menuai beragam respons dari publik. Dalam salah satu unggahan video di Instagram memperlihatkan KUA di beberapa daerah memberikan bonus buah kepada pasangan yang mendaftarkan pernikahan mereka di kantor tersebut.

Menanggapi fenomena ini, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Zayadi menjelaskan, langkah tersebut merupakan ekspresi kreativitas para petugas KUA dalam mengajak masyarakat untuk kembali melihat pentingnya institusi pernikahan dan pencatatannya secara sah melalui KUA.

Baca Juga

“Saya kira itu ekspresi kreativitas kawan-kawan di KUA untuk terus menerus mengingatkan publik, terkait pentingnya institusi pernikahan dan pencatatannya oleh KUA,” kata Zayadi saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (20/1/2026).

Kreativitas layanan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika angka pernikahan nasional. Zayadi menyebut, pada 2025 tercatat adanya kenaikan jumlah pernikahan, meskipun secara statistik belum signifikan. Namun, pergerakan ini penting karena menghentikan tren penurunan yang berlangsung sejak 2022.

 

photo
Durian. Ilustrasi - (The Flaming Vegan)

“Setelah tren penurunan yang berlangsung sejak 2022, pergerakan angka ini menandai berhentinya arah penurunan dan membuka ruang evaluasi yang lebih mendalam tentang relasi antara negara, layanan publik, dan keputusan personal warga negara,”kata Zayadi.

Ia menegaskan, bagi Kemenag dan jajaran KUA, data pernikahan bukan semata angka administratif, melainkan cerminan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pernikahan dan negara.

“Kepercayaan tersebut sangat ditentukan oleh sejauh mana layanan publik mampu menghadirkan kepastian, kemudahan, dan rasa aman bagi masyarakat,”kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement