REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah pada bulan Syaban. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah Syaban. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Senin, 19 Januari 2026.
Bulan Syaban memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang banyak melaksanakan puasa sunnah di bulan ini, bahkan lebih sering dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadhan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, ia berkata:
لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
"Beliau tidak berpuasa; aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’.” (HR Muslim).
Puasa Syaban memiliki nilai spiritual yang tinggi karena menjadi momentum persiapan rohani menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
فَذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ شَهْرِ رَجَبٍ وَشَهْرِ رَمَضَانَ، تُرْفَعُ فِيهِ أَعْمَالُ النَّاسِ، فَأُحِبُّ أَنْ لَا يُرْفَعَ عَمَلِي إِلَّا وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Itu bulan yang dilalaikan manusia antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Aku ingin amalku tidak diangkat kecuali aku sedang berpuasa,” (HR Nasa’i dan Ahmad).
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Syaban menjadi sarana meningkatkan kualitas amal sebelum memasuki Ramadhan.
Niat Puasa Syaban
Puasa Syaban harus dimulai sebelum tanggal 16, yakni sejak tanggal 1 atau paling maksimal tanggal 15. Bila sampai tanggal 15 belum berpuasa, maka haram berpuasa pada tanggal 16 sampai akhir Sya’ban.
Hal ini berdasarkan hadits Nabi yang artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasullah Saw bersabda: “Ketika Sya’ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa” (HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Sebagaimana ibadah puasa lainnya, puasa sunnah Syaban diawali dengan niat. Niat puasa sunnah boleh dilakukan sejak malam hari atau pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Berikut lafaz niat puasa sunnah Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma Sya'ban lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat berpuasa Syaban karena Allah Ta’ala."
Niat ini dapat diucapkan dalam hati, sebab niat merupakan pekerjaan hati, sementara melafazkannya bersifat sunnah untuk membantu kekhusyukan.
Puasa Syaban dilaksanakan seperti puasa sunnah pada umumnya, dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sahur meskipun hanya dengan seteguk air, serta menyegerakan berbuka ketika waktunya tiba.
Dengan melaksanakan puasa Syaban sejak 19 Januari 2026, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri secara spiritual, melatih keikhlasan, serta meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT menjelang Ramadhan.




