Jumat 16 Jan 2026 09:27 WIB

Lazismu dan Republika Kolaborasi dalam Program Pejuang Mushola

Mushala menjadi pusat penguatan ruhiyah umat sekaligus fondasi ketahanan mental.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lazismu dan Republika dalam program Pejuang Mushala yang digelar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).
Foto: Fuji Eka Permana / Republika
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lazismu dan Republika dalam program Pejuang Mushala yang digelar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Badan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menegaskan pentingnya masjid atau mushala sebagai pusat penguatan ruhiyah umat sekaligus fondasi ketahanan mental dan spiritual dalam menghadapi dinamika kehidupan. Hal tersebut disampaikannya usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lazismu dan Republika dalam program Pejuang Mushala yang digelar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).

Ahmad menjelaskan bahwa Lazismu sejatinya telah memiliki program pemakmuran masjid jauh sebelum menjalin kerja sama dengan Republika. Namun, pertemuan kedua pihak menunjukkan kesamaan visi dalam menjadikan masjid sebagai pusat penguatan umat.

Baca Juga

“Sebenarnya sebelum kolaborasi dengan Republika, kami sudah punya program itu. Tetapi ketika bertemu, ternyata nyambung dan punya visi yang sama tentang bagaimana memakmurkan masjid,” kata Ahmad kepada Republika di UHAMKA Pasar Rebo, Kamis (15/1/2026)

Menurutnya, masjid harus menjadi basis utama pembinaan umat, terutama dalam aspek penguatan ruhiyah. Dari masjid inilah, kata dia, umat diharapkan memiliki kekuatan mental dan spiritual untuk bergulat dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang.

Dalam program Pejuang Mushala, ia menerangkan, upaya pemakmuran masjid tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan fisik hingga peningkatan kenyamanan jamaah. Contohnya perbaikan karpet, tempat wudhu, kamar mandi, hingga sistem pengeras suara atau sound system masjid.

Ia menilai, aspek kenyamanan seringkali menjadi faktor penentu minat masyarakat untuk datang dan beribadah ke masjid. Tidak jarang, kondisi fasilitas yang kurang layak justru membuat jamaah enggan hadir di masjid atau mushala.

“Kadang-kadang ada orang malas ke masjid karena toa-nya kurang baik atau kamar mandinya tidak bersih,” ujarnya.

Melalui program ini, Lazismu berharap mushola dan masjid dapat menjadi ruang ibadah yang bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh umat. Dengan demikian, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Di tempat yang sama, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief menyampaikan bahwa Lazismu dan Republika resmi menandatangani Nota Kesepahaman untuk menjalankan program revitalisasi Mushola di berbagai wilayah pelosok dan daerah terpencil.

“Setelah sekian banyak program yang kita kerjasamakan, alhamdulillah saat ini ada program yang lebih spesifik, yakni bekerja hingga ke pedalaman dan daerah-daerah terpencil, di mana tempat-tempat ibadah direvitalisasi bersama Lazismu dan Republika,” ujar Hilman.

Menurutnya, program ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan sarana dan prasarana tempat ibadah.

Ia optimistis, revitalisasi mushola tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas fasilitas ibadah, tetapi juga memberi efek positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan ini memberikan kegairahan bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah mereka. Insya Allah kegiatan ini bisa produktif dan tentu saja memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement