Selasa 13 Jan 2026 16:23 WIB

Anak-Anak Gaza Berguguran dalam Kedinginan

Ribuan pengungsi mencari tempat berlindung di bangunan yang sudah hancur sebagian.

Mohammed al-Neder (21 tahun) berduka atas jenazah saudara laki-lakinya yang berusia 4 bulan, Ahmed.
Foto: AP Photo/Abdel Kareem Hana
Mohammed al-Neder (21 tahun) berduka atas jenazah saudara laki-lakinya yang berusia 4 bulan, Ahmed.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan pada Senin (12/1/2026), tiga anak telah meninggal dunia akibat suhu dingin yang ekstrem di kantong terkepung tersebut. Kematian tersebut menambah total jumlah anak yang meninggal  sejak awal musim dingin menjadi tujuh jiwa.

Para pejabat pun memperingatkan konsekuensi bencana akibat cuaca kutub yang mengancam sekitar 1,5 juta warga Palestina. Dilansir dari laman Palestine Chronicle, Otoritas Pertahanan Sipil dan Rumah Sakit Al-Shifa juga melaporkan empat kematian tambahan yang disebabkan oleh hancurnya sebagian bangunan rusak akibat perang di barat Kota Gaza, dipicu angin kencang dan hujan deras yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga

Di Jalur Gaza tengah, ribuan pengungsi di kamp pengungsian Nuseirat terpaksa mencari tempat berlindung di dalam masjid dan bangunan yang sebagian telah hancur setelah angin kencang merobohkan tenda-tenda mereka.

photo
Ibu Palestina berduka atas bayi perempuannya Rahaf Abu Jazar, yang meninggal karena kedinginan di tenda pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 11 Desember 2025 - (Ramadan Abed/Reuters)

Juru bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal mengatakan kepada Anadolu Agency, depresi udara kutub baru mulai mempengaruhi Gaza pada Selasa lalu. Dia memperingatkan dampaknya bisa menghancurkan bagi keluarga yang sudah hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Menurut Basal, lebih dari 1,5 juta orang saat ini tinggal di tenda, banyak di antaranya tidak mampu menahan cuaca ekstrem. Basal memperingatkan, kondisi yang memburuk dapat menyebabkan korban jiwa lebih lanjut, serta runtuhnya bangunan yang tidak stabil dan banjir di kamp-kamp pengungsian.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi