Ahad 11 Jan 2026 17:04 WIB

Kisah Ulama Zuhud Membuang Seribu Dinar Emas Pemberian Khalifah Harun Ar-Rasyid

Keberanian Fuzail dalam menasihati Khalifah Harun Ar-Rasyid sering diperbincangkan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Dinar Emas PT Aneka Tambang Foto: Yogi Ardhi/Republika
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Dinar Emas PT Aneka Tambang Foto: Yogi Ardhi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,Keteguhan iman seorang ulama zuhud kembali menjadi pelajaran berharga dalam sejarah Islam. Fuzail bin Iyaz dengan tegas menolak bahkan membuang harta pemberian dari Khalifah Harun ar-Rasyid, demi menjaga kemurnian nasihat dan kebebasan hati dari godaan dunia.

Penolakan ulama zuhud terhadap harta pemberian penguasa ini menegaskan bahwa nasihatnya kepada penguasa tak boleh ternodai oleh dunia. Dikisahkan Fariduddin Attar pada abad ke-12 dalam kitab Tadzkiratul Auliya, setelah Khalifah Harun ar-Rasyid mendapat nasihat dari seorang ulama zuhud bernama Fuzail bin Iyaz, Harun menangis pilu dan hampir pingsan.

Baca Juga

Kemudian Harun ar-Rasyid bertanya kepada Fuzail, "Apakah engkau memiliki utang yang belum terlunasi?” Fuzail menjawab, "Iya, utang ketaatan kepada Allah. Seandainya Dia menuntut pelunasannya dariku, celakalah aku."

Harun ar-Rasyid berkata, “Yang aku maksud adalah utang kepada manusia, wahai Fuzail." Fuzail menjawab, "Aku bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan kepadaku kecukupan, sehingga tidak ada keluh kesah yang perlu kusampaikan kepada hamba-hamba-Nya."

Kemudian Khalifah Harun ar-Rasyid meletakkan sebuah kantong berisi 1.000 Dinar di hadapan Fuzail. Harun berkata kepada Fuzail, "Ini adalah harta halal yang diwariskan oleh ibuku." Namun hal yang tak terduga terjadi, Fuzail menegur Harun ar-Rasyid dengan tegas.

photo
Lukisan menggambarkan saat Sultan Harun al-Rasyid menerima utusan negara asing. - (Wikipedia)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement