REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Benarkah pemimpin merupakan cerminan dari perilaku rakyatnya? Ternyata, ada sejumlah dalil dari Alquran dan hadis Rasulullah SAW yang kira-kira menyatakan seperti demikian.
وَكَذٰلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضًا ۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَࣖ
"Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sebagian lainnya, sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan" (QS al-An'am: 129).
Saat menafsirkan ayat ini, Al-Hafidz As-Suyuthi mengaitkannya dengan hadis berikut
ﻛﻤﺎ ﺗﻜﻮﻧﻮا ﻛﺬﻟﻚ ﻳﺆﻣﺮ ﻋﻠﻴﻜﻢ
"Sebagaimana keadaan kalian, seperti itulah pemimpin kalian" (HR al-Baihaqi).
Demikian pula penafsiran ulama dari kalangan salaf. A'masy mengatakan:
ﺇﺫا ﻓﺴﺪ اﻟﻨﺎﺱ ﺃﻣﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺷﺮاﺭﻫﻢ
"Jika keadaan manusia sudah rusak, maka yang jadi pemimpin adalah orang yang buruk" (Tafsir Ad-Dur Al-Mantsur).
Karena itu, masa terbaik ialah masa yang di dalamnya Nabi Muhammad SAW masih hidup. Beliau secara langsung mendidik para sahabat sehingga menjadi generasi Muslim terbaik.
Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku (sahabat), kemudian generasi berikutnya (tabiin), kemudian generasi berikutnya (tabiut tabiin)” (HR Bukhari-Muslim).
Hadis itu mengisyaratkan, besarnya pengaruh pendidikan yang dilakukan Rasulullah SAW terhadap kaum Muslimin pada masanya. Pola pendidikan nabawi inilah yang kemudian melahirkan generasi pemimpin yang amanah.
View this post on Instagram




