Rabu 03 Dec 2025 02:11 WIB

Putin: Jika Eropa Ingin Perang, Rusia Siap Sekarang Juga

Pernyataan Putin disampaikan menjelang pertemuan dengan utusan AS di Moskow.

Presiden Donald Trumpmenjabat tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers di Pangkalan Bersama Elmendorf-Richardson, Alaska, Jumat, 15 Agustus 2025.
Foto: AP Photo/Jae C Hong
Presiden Donald Trumpmenjabat tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers di Pangkalan Bersama Elmendorf-Richardson, Alaska, Jumat, 15 Agustus 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan meningkatkan serangan terhadap pelabuhan dan kapal Ukraina. Putin menegaskan, dia juga akan mengambil tindakan terhadap kapal tanker berbendera asing yang mendukung Ukraina.

Pernyataan Putin disampaikan usai adanya serangan drone yang menyasar sebuah kapal tanker berbendera Rusia di lepas Pantai Turki pada Selasa (2/12/2025). Ukraina membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut, lapor Al Jazeera. "Solusi paling radikal adalah memutus Ukraina dari laut, maka pembajakan pada prinsipnya tidak mungkin terjadi," kata Putin dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Baca Juga

Putin menambahkan, pasukan Rusia telah menguasai penuh Pokrovsk, sebuah kota di wilayah Donetsk, Ukraina. Menurut dia, kota itu sangat penting mengingat tentara Rusia bisa dengan mudah maju ke arah manapun dari pangkalan di kota tersebut. 

photo
Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan di Kremlin di Moskow, Rusia, Senin (24/6/2024) - (Vyacheslav Prokofyev, Sputnik, Kremlin Pool P) 

Kyiv membantah klaim tersebut. Pengumuman tersebut dituding sengaja dilakukan  bertepatan dengan perundingan antara AS dan Rusia. Pengambilalihan kota tersebut, jika benar, dapat membantu meyakinkan para pejabat AS bahwa kemajuan Rusia tak terelakkan, kata para pejabat Ukraina.

Sebelumnya, Putin juga mengomentari potensi perang dengan Eropa meski menyatakan,  Rusia tidak berencana untuk memulai konflik semacam itu. "Kami tidak berencana untuk berperang dengan Eropa, tetapi jika Eropa menginginkannya dan memulainya, kami siap sekarang juga," ujarnya kepada para wartawan di Moskow.

"Mereka tidak punya agenda damai, mereka berada di pihak perang," tambah dia mengulangi klaim bahwa para pemimpin Eropa menghalangi upaya AS untuk menengahi perdamaian di Ukraina.

photo
Kondisi sebuah bangunan di Potrovsk, Ukraina, setelah serangan Rusia - (EPA-EFE/NATIONAL POLICE OF UKRAI)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement