Sabtu 29 Nov 2025 18:34 WIB

GP Parmusi Hadiri Pemutaran Film “Palestine 1920” dalam Rangkaian Palestine Solidarity Week 2025

Indonesia kembali menegaskan komitmennya mendukung perjuangan rakyat Palestina.

GP Parmusi hadir dalam pemutaran dokumenter Palestine 1920 yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri, Sabtu (29/11/2025).
Foto: GP Parmusi
GP Parmusi hadir dalam pemutaran dokumenter Palestine 1920 yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri, Sabtu (29/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik melakukan pemutaran film sebagai bagian dari rangkaian “Palestine Solidarity Week 2025”, bertepatan dengan International Day of Solidarity with the Palestinian People. Acara ini berlangsung Sabtu, 29 November 2025, di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat.

Film yang diputar berjudul “Palestine 1920” dengan durasi 48 menit, yang mengangkat sejarah, perjuangan, serta dinamika rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan mereka.

Melalui karya dokumenter tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

Kemenlu mengundang berbagai organisasi dan tokoh pemuda untuk menghadiri acara ini, termasuk Gerakan Pemuda Parmusi (GP Parmusi).

Adapun perwakilan GP Parmusi yang hadir adalah Ketua Umum GP Parmusi, Kifah Bey Gibraltar, serta Ketua Pusat Media, Publikasi dan Relasi, Budi Syahputra Sagala.

Dalam kesempatan tersebut, Kifah menyampaikan pesan inspiratif mengenai peran pemuda dalam isu perdamaian dan geopolitik global. Ia menyatakan, pemuda harus berkontribusi penuh untuk peduli terhadap geopolitik dunia.

‘’Mari kita gelorakan aksi nyata perdamaian, saling merangkul dan tidak terpecah belah oleh apapun yang menimbulkan konflik. Pemuda harus mulai bisa menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan dan perdamaian di mana pun itu,’’ ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina serta memperkuat diplomasi publik yang mendorong solidaritas dan perdamaian internasional.

"Dengan acara ini, pemuda akan lebih melek dan memahami arti dari sebuah perdamaian dunia" tambah Kifah

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement