Ahad 31 Aug 2025 16:50 WIB

LDII: Seberat Apa Pun, Aparat Harus Utamakan Keselamatan Warga Sipil

Dia mendorong kepolisian segera melakukan investigasi transparan dan adil.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.
Foto: Dok. Ant
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kerusuhan yang terjadi di Jakarta pascawafatnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025), memicu keprihatinan berbagai pihak. Aksi demonstrasi pun bermunculan di berbagai daerah. 

Situasi terbilang semakin tak terkendali. Namun, Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso mengingatkan agar aparat keamanan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan rakyat dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga

Chriswanto menegaskan, segenting apapun situasi di lapangan, aparat harus mengutamakan keselamatan masyarakat sipil. "Tugas aparat menjaga ketertiban memang berat, tapi keselamatan rakyat tetap harus jadi prioritas utama. Jangan sampai rakyat kecil justru menjadi korban dan semakin jauh dari rasa aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Ahad (31/8/2025). 

LDII juga meminta masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan menghindari tindakan anarkis yang berpotensi memperkeruh keadaan. Menurut Chriswanto, ada pihak-pihak yang bisa saja menunggangi situasi untuk kepentingan politik dan menimbulkan instabilitas.

“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri. Mari percayakan proses hukum kepada aparat sebagaimana janji Kapolri untuk bertindak profesional dan transparan. Jangan sampai peristiwa ini menimbulkan luka sosial yang lebih dalam,”ujar dia.

Selain itu, LDII  mengingatkan para elite politik, pejabat negara, legislatif, serta pimpinan TNI dan Polri agar lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat. Mereka diminta mengedepankan kesantunan, kesederhanaan, serta kepedulian, bukan justru menampilkan tontonan provokatif.

“Elite bangsa ini harus memberi keteladanan, bukan menyakiti hati rakyat. Mereka harus mawas diri, berintrospeksi, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Chriswanto.

photo
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke halte transjakarta Senen untuk membersihkan sampah dan juga sisa pembakaran yang dilakukan oleh pengunjuk rasa di Kawasan Senen, Jakarta, Ahad (31/8/2025). - (Republika/Prayogi)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement