Ahad 31 Aug 2025 06:32 WIB

Pasca Wafatnya Ojol, Kemenag Imbau Penyuluh Agama Berperan Aktif Jaga Kerukunan

Penyuluh agama harus berperan perkuat kerukunan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri) berbincang dengan keluarga mendiang Affan Kurniawan di rumah duka, Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Foto: ANTARA FOTO/HO/Setpres-Cahyo
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri) berbincang dengan keluarga mendiang Affan Kurniawan di rumah duka, Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad mengimbau seluruh jajaran layanan Bimas Islam, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk berperan aktif menjaga kerukunan umat dan harmoni sosial. Imbauan ini disampaikan menyusul kabar duka wafatnya Affan Kurniawan dalam peristiwa demonstrasi pada Kamis (28/8/2025).

“Kami meminta kepada seluruh jajaran Bimas Islam, termasuk para Kepala Bidang di Kanwil, Kepala Seksi, hingga penyuluh agama dan penghulu di lapangan, untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga

Dengan penuh duka, Abu Rokhmad pun menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan. “Semoga almarhum husnul khatimah, segala amal baiknya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ucapnya.

Kepergian almarhum menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus merajut tali persaudaraan dan menjaga perdamaian. Abu Rokhmad juga mengajak pemuka agama dan tokoh masyarakat, termasuk da’i, penceramah, takmir masjid, pimpinan ormas Islam, hingga majelis taklim, agar ikut meredam dinamika sosial yang tengah berkembang.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga telah menyampaikan ucapan duka dan doa secara langsung kepada keluarga almarhum.

Senada, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais), Ahmad Zayadi menekankan pentingnya peran penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam merawat kerukunan.

“Penyuluh adalah jembatan yang menghubungkan pesan-pesan agama dengan realitas sosial. Gunakanlah mimbar dan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan nilai kasih sayang, toleransi, dan persatuan,” kata Zayadi.

Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari pertikaian dan perdebatan yang tidak produktif. “Perbedaan adalah keniscayaan, tapi persatuan adalah pilihan yang harus kita perjuangkan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, duka wafatnya Affan Kurniawan dapat menjadi momentum memperkuat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan). “Mari kita jadikan duka ini sebagai pemersatu, bukan pemecah belah, dan bersama-sama membangun kembali harmoni,” kata Zayadi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement