REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelombang demonstrasi yang belakangan terjadi di sejumlah daerah dinilai mulai disusupi provokasi yang memecah belah persatuan bangsa. Menyikapi hal itu, Pimpinan Tim Khusus 08 Fauka Noor Farid bersama para ulama Jawa Timur menyerukan imbauan agar masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan tidak terjebak dalam hasutan yang merugikan bangsa.
“Bangsa ini lahir dari persatuan, tumbuh dari pengorbanan, dan berdiri karena kita saling menjaga. Hari ini ada yang mencoba memecah kita dengan provokasi, ada yang ingin bangsa ini gaduh, bahkan hancur. Tapi kita tidak boleh goyah,” ujar Fauka dalam keterangan persnya, Sabtu (30/8/2025).
Fauka mengingatkan agar seluruh elemen bangsa tetap mengedepankan ketenangan dan tidak terbawa arus emosi. Menurutnya, persatuan adalah kunci menjaga keutuhan Indonesia.
“Mari kita tetap tenang, tetap bersatu. Jangan biarkan emosi dan hasutan merampas persaudaraan kita. Kita jaga negeri ini bersama, demi anak-anak kita, demi masa depan kita. Bersatu, kita kuat. Terpecah kita hilang,” ucapnya.
Seruan serupa disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Anwarul Islam, KH Imam Ma’ruf yang hadir bersama sejumlah ulama Jawa Timur seperti KH Ali Sibro, Ustadz Imron, Abah Sulaiman, dan Ustadz Ahmad Husein. Mereka sepakat bahwa bangsa Indonesia harus dipelihara dengan suasana damai dan penuh persaudaraan.
“Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia, para pemuda, tokoh agama, para kiai, pimpinan ormas, dan semua elemen masyarakat untuk bersama menjaga kesejukan di negeri ini. Jangan beri ruang bagi provokator, jangan biarkan kebencian mengalahkan persaudaraan. Mari kita padamkan api dengan doa, dengan persatuan,” kata Kiai Imam Ma’ruf.
Para ulama menegaskan, Indonesia jauh lebih besar daripada kepentingan segelintir kelompok. Karena itu, mereka mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dan bersama-sama merawat persatuan demi masa depan bangsa.