Kamis 03 Apr 2025 15:58 WIB

Nahkoda Inggris Takjub Penjelasan Alquran tentang Lautan, Angin dan Badai: Asyhadu..

Nahkoda itu bertanya apakah Nabi Muhammad pernah berlayar?

Rep: Fuji EP/ Red: A.Syalaby Ichsan
Nahkoda Kapal (Ilustrasi)
Foto: M Risyal Hidayat/Antara
Nahkoda Kapal (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam Tafsir Al Manar, Sayid Rasyid Ridha mengisahkan tentang seorang nakhoda (kapten) kapal besar yang selalu berlayar dari London ke India dan dari India ke London. Sang nakhoda, di waktu-waktu senggangnya di dalam kapal selalu suka membaca.

Awalnya membaca hanya untuk mengisi waktu luangnya saat berlayar. Kemudian membaca baginya sebagai studi menambah pengetahuan, demikian dijelaskan Buya Hamka bernama lengkap Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah dalam Tafsir Al-Azhar.

Baca Juga

Salah satu kitab yang menarik perhatiannya adalah Alquran yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Dibacanya terjemahan Alquran, mulanya secara iseng, lama-lama menjadi perhatian, terutama saat bertemu ayat-ayat Alquran yang menceritakan soal lautan. 

Di antaranya adalah ayat 22 dan 23 dari Surat Yunus. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ يُسَيِّرُكُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ حَتّٰٓى اِذَا كُنْتُمْ فِىْ الْفُلْكِۚ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيْحٍ طَيِّبَةٍ وَّفَرِحُوْا بِهَا جَاۤءَتْهَا رِيْحٌ عَاصِفٌ وَّجَاۤءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَّظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ اُحِيْطَ بِهِمْۙ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۚ لَىِٕنْ اَنْجَيْتَنَا مِنْ هٰذِهٖ لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ

Dialah (Allah) yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan (dan berlayar) di lautan sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, lalu meluncurlah (kapal) itu membawa mereka dengan tiupan angin yang baik dan mereka bergembira karenanya. Kemudian, datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru dan mereka pun mengira telah terkepung (bahaya). Maka, mereka berdoa dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya (seraya berkata), “Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS Yunus Ayat 22)

photo
Ilustrasi Alquran - (Dok Republika)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّآ اَنْجٰىهُمْ اِذَا هُمْ يَبْغُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗيٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ مَّتَاعَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۖ ثُمَّ اِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Namun, ketika Allah menyelamatkan mereka, seketika itu mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia, sesungguhnya (bahaya) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri. (Itu hanya) kenikmatan hidup duniawi. Kemudian, kepada Kamilah kembalimu, lalu akan Kami kabarkan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan. (QS Yunus Ayat 23)

Selanjutnya, sang nakhoda bertemu dengan Surat Ar-Rahman. Di dalam surah itu ada ayat yang menyatakan perbedaan di antara dua lautan, air tawar dan air asin yang tidak pernah bercampur di tiap-tiap muara sungai besar. Bertemu lagi ayat lain di dalam Surat Ar-Rahman yang dengan pendek menerangkan betapa indahnya kapal-kapal mengarungi lautan. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement