Kamis 03 Apr 2025 15:43 WIB

Baznas Kirim 16 Ribu Paket Bantuan untuk Penyintas Gempa Myanmar

Bantuan ini menjadi bagian komitmen Baznas mendukung upaya kemanusiaan global.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ketua Baznas Prof Noor Achmad
Foto: baznas, alquran disabilitas
Ketua Baznas Prof Noor Achmad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengirimkan 16 ribu paket bantuan dari masyarakat Indonesia untuk para penyintas gempa bumi Myanmar. Paket bantuan seberat 19,7 ton atau setara dengan Rp 2,5 miliar ini diberangkatkan bersama bantuan kemanusiaan lainnya dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (3/4/2025).

Bantuan tersebut terdiri dari 100 unit genset, 50 unit tenda, 10.000 sarung, 1.000 paket hygiene kit khusus untuk wanita dan anak-anak, 5.000 selimut, 50 unit terpal, serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak gempa di Myanmar.

Baca Juga

Ketua Baznas RI, Prof Noor Achmad mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung upaya kemanusiaan global. “Kami memastikan bahwa bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan penyintas di Myanmar," ujar Noor dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (3/4/2025). 

Selain bantuan logistik, kata dia, pihaknya juga mengirimkan tim medis dari Rumah Sehat Baznas (RSB) yang terdiri dari lima orang, serta Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) sebanyak lima orang yang akan membantu dalam penanganan korban gempa di Myanmar. 

photo
Tim penyelamat membawa jenazah dari lokasi bangunan yang runtuh setelah gempa Jumat di Naypyitaw, Myanmar, Selasa, 1 April 2025. - ( AP Photo)

Noor menjelaskan, Baznas berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun internasional. Dia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Myanmar serta memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Myanmar dalam menghadapi situasi darurat. 

"Pemerintah dan Baznas akan terus mengawal proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para penyintas," ucap dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement