REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengirimkan 16 ribu paket bantuan dari masyarakat Indonesia untuk para penyintas gempa bumi Myanmar. Paket bantuan seberat 19,7 ton atau setara dengan Rp 2,5 miliar ini diberangkatkan bersama bantuan kemanusiaan lainnya dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (3/4/2025).
Bantuan tersebut terdiri dari 100 unit genset, 50 unit tenda, 10.000 sarung, 1.000 paket hygiene kit khusus untuk wanita dan anak-anak, 5.000 selimut, 50 unit terpal, serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak gempa di Myanmar.
Ketua Baznas RI, Prof Noor Achmad mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung upaya kemanusiaan global. “Kami memastikan bahwa bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan penyintas di Myanmar," ujar Noor dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (3/4/2025).
Selain bantuan logistik, kata dia, pihaknya juga mengirimkan tim medis dari Rumah Sehat Baznas (RSB) yang terdiri dari lima orang, serta Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) sebanyak lima orang yang akan membantu dalam penanganan korban gempa di Myanmar.

Noor menjelaskan, Baznas berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun internasional. Dia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Myanmar serta memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Myanmar dalam menghadapi situasi darurat.
"Pemerintah dan Baznas akan terus mengawal proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para penyintas," ucap dia.