REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN —Emir Kuwait Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah dilaporkan melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (2/4/2025) sore. Mehr News melaporkan, Al-Sabah menyatakan komitmennya kepada Pezeshkian jika negaranya tidak akan pernah membiarkan agresi apa pun dilancarkan dari wilayahnya kepada negara lain.
Dalam panggilan telepon tersebut, Pezeshkian menyampaikan ucapan selamat atas Hari Raya Idul Fitri kepada Emir dan rakyat Kuwait. Ia menyampaikan harapan bahwa bulan suci Ramadan dan Idul Fitri akan memperkuat persatuan dan solidaritas di antara negara-negara Islam.
"Kami menganggap semua negara Islam sebagai saudara kami berdasarkan ajaran Alquran, dan kami sangat mementingkan pembinaan hubungan baik dengan tetangga kami, sebagaimana ditekankan dalam ajaran dan riwayat Islam," kata Pezeshkian.
Presiden Iran lebih lanjut menegaskan bahwa Iran sepenuhnya siap untuk segala bentuk kerja sama guna memperluas hubungan dengan Kuwait dan negara-negara tetangga lainnya di berbagai bidang guna mempererat dan memperkokoh ikatan persaudaraan dan hubungan bertetangga yang baik.
"Terkait masalah pengurangan ketegangan, Republik Islam Iran akan bertindak semata-mata berdasarkan keadilan dan kewajaran. Kami tidak akan melampaui jalan keadilan dan tidak menerima apa pun di luar keadilan dan kesetaraan," jelas dia.