REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejumlah data menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang melaksanakan mudik pada momen Lebaran 1446 H mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kondisi ekonomi.
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno mengaku ikut memantau pergerakan warganya yang pulang ke kampung halaman pada momen lebaran kali ini. Ia mengakui terdapat penurunan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ya kami monitor, amdulillah, memang transportasi menurun. Artinya mengindikasikan barangkali enggak banyak yang pulang kampung," kata dia dikutip Republika, Rabu (2/4/2025).
Menurut Bang Doel, sapaan Rano Karno, terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan jumlah pemudik pada momen lebaran kali ini berkurang. Salah satunya adalah kondisi ekonomi yang sedang lesu.
"Pertanyaannya kenapa? Mungkin saja karena ekonomi atau memang atau memang mereka ingin lebaran di Jakarta saja. Banyak faktor," ujar dia.
Meski begitu, ia menilai, turunnya jumlah pemudik itu patut disyukuri. Sebab, hal itu akan membuat angka kecelakaan saat mudik lebaran ikut berkurang.
"Nah itu juga membuat kita juga menjadi bersyukur, kecelakaan berkurang," kata Rano.
Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan jumlah pemudik saat lebaran tahun ini mencapai 146 juta orang. Angka itu turun sekitar 24 persen dibandingkan tahun lalu yaitu sebanyak 194 juta pemudik.