Rabu 02 Apr 2025 16:45 WIB

Tujuh Kebiasaan yang Wajib Dipertahankan Usai Ramadhan

Saat bulan suci usai, kebiasaan dan amalan baik selama Ramadhan biasanya dilupakan.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Warga menyalakan kembang api saat merayakan malam takbiran di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Ahad (30/3/2025). Pada Malam takbiran menjelang hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah, warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pesta kembang api, sebagian warga menaiki bus dan truk sambil mengumandangkan takbir.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga menyalakan kembang api saat merayakan malam takbiran di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Ahad (30/3/2025). Pada Malam takbiran menjelang hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah, warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pesta kembang api, sebagian warga menaiki bus dan truk sambil mengumandangkan takbir.

REPUBLIKA.CO.ID, Saat Ramadhan tiba, banyak Muslim yang berkomitmen berubah menjadi Muslim yang lebih baik. Namun, ketika bulan suci ini berakhir, kebiasaan dan amalan baik yang dilakukannya selama Ramadan dilupakan begitu saja.

Nah, tahun ini mungkin berbeda. Ada beberapa amalan yang harus dipertahankan untuk membuat perubahan yang langgeng meskipun Ramadhan telah berakhir. 

Baca Juga

Sebagaimana dilansir Aboutislam, Rabu (2/3/2025), berikut tujuh kebiasaan yang dapat dilakukan dengan mudah setelah Ramadan berlalu:

1. Menjaga ucapan

Setelah Ramadhan berlalu, umat Islam bisa tetap menjaga ucapannya. Karena surga dijamin bagi mereka yang menahan lidah dan aurat. Artinya, kita tidak boleh bergosip atau menjelek-jelekkan orang lain lagi, tidak membantah orang tua, berbohong, mengumpat, dan lain-lain. 

Setelah Ramadhan dan Idul Fitri, umat Islam harus tetap berbicara dengan cara yang lembut, adil, jujur, dan produktif. 

2. Tetap membaca Alquran

Sebagian orang mampu mengkhatamkan Alquran berkali-kali di bulan Ramadhan. Namun, yang lebih penting lagi bagaimana agar umat Islam tetap menjaga hubungan dengan Alquran meskipun Ramadhan berakhir. 

Dengan demikian, kita harus terus membaca ayat-ayat yang panjang setiap hari. Atau, bisa juga hanya membaca lima ayat saja dan merenungkan maknanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement