REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menebar ancaman terhadap 50 ribu pasukan Amerika Serikat (AS) yang berada disekitar Iran.
Komandan Divisi Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh bahkan mengibaratkan mereka berada di rumah kaca sehingga seharusnya menghindari lemparan batu ke pihak lain.
Hajizadeh menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela upacara untuk merayakan Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan, di Teheran pada Senin (31/3/2025).“Amerika memiliki 10 pangkalan [militer] di kawasan itu, khususnya di sekitar Iran, dan 50.000 tentara bermarkas di sana,” kata Hajizadeh.
“Ini berarti mereka seperti berada di rumah kaca; dan ketika seseorang berada di rumah kaca, dia tidak akan melempar batu ke pihak lain.”
Komentar komandan IRGC itu muncul setelah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengebom Iran jika negara itu menolak untuk mencapai kesepakatan baru. Pada Sabtu, Trump mengatakan bahwa Iran akan dibom jika tidak membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat.