REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dalam ajaran Islam, zakat fitrah memiliki peran penting sebagai kewajiban yang harus ditunaikan setiap Muslim yang telah memenuhi syarat sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Ibadah ini bukan hanya, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama, melainkan juga sebagai sarana pensucian diri setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
"Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang mampu sebelum Hari Raya Idul Fitri. Membayar zakat fitrah adalah bentuk kepedulian sosial dan penyucian diri sebelum menyambut Idul Fitri,” ujar Sekertaris Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, dikutip dari laman resmi MUI, Kamis (27/3/2025).
Lebih lanjut, dia menjelaskan mengenai tata cara, niat, dan doa saat melakukan pembayaran zakat fitrah yang perlu diperhatikan.
Tata Cara Membayar Zakat Fitrah
a. Menentukan Besaran Zakat
Zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras, gandum, atau lainnya sebanyak 1 sha’ atau sekitar 2,5 kg – 3 kg per orang
Jika dikeluarkan dalam bentuk uang, nominalnya harus disesuaikan dengan harga makanan pokok di daerah setemp
b. Menyalurkan Zakat kepada yang Berhak
Zakat fitrah diberikan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf zakat) dengan prioritas utama fakir miskin.
Penyaluran zakat dapat dilakukan melalui amil zakat (seperti masjid atau lembaga resmi) atau langsung kepada penerima yang berhak.
