Jumat 07 Mar 2025 03:45 WIB

Kisah Empat Perempuan yang Menemukan Islam di Penjara Dubai

Empat perempuan menemukan tujuan dan keyakinan barunya dalam Islam.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi Mualaf
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Menjelang datangnya bulan Ramadhan, empat perempuan dari berbagai penjuru dunia, yang dipenjara di Dubai karena berbagai kejahatan, menemukan tujuan dan keyakinan barunya dalam Islam.

Kisah mereka dimulai dari balik tembok penjara di Lembaga Pemasyarakatan Kepolisian Dubai di Al Awir. Mereka membagikan kisah perjalanan pribadi mereka yang mendalam dengan The National. Walaupun, nama mereka telah diubah demi privasi. 

Baca Juga

Jalan empat perempuan ini menuju penjara berbeda-beda, namun perjalanan mereka menuju Islam memiliki benang merah yang sama. Karena, mereka semua tertarik pada agama tersebut melalui kebaikan, ketahanan, dan kasih sayang para perempuan Muslim yang mereka temui di dalam penjara.

Pada Mei 2025 lalu, salah satu perempuan bernama Greta (25 tahun) ditangkap di Bandara Dubai saat membawa delapan kilogram kokain. Wanita Brasil itu diyakinkan oleh seorang teman masa kecilnya untuk menyelundupkan narkoba ke UEA dengan imbalan 5.175 dolar AS atau sekitar Rp 84,5 juta. 

Uang itu sangat ia butuhkan untuk membiayai dua tahun terakhir kuliah fisioterapinya. "Saya ketakutan," ujarnya kepada The National

Dia takut bukan hanya karena ditangkap, tetapi karena semua yang ada di sekitarnya terasa asing. "Saya tidak bisa berbahasa Inggris dan untuk pertama kalinya saya melihat begitu banyak perempuan berbusana Islami. Itu sangat luar biasa," ucapnya. 

Saat menunggu vonis, Greta merasa takjub dengan kebaikan hati para narapidana dan petugas penjara Muslim. “Mereka adalah orang-orang yang paling menghibur saya. Mereka mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan siapa pun," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement