REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menyampaikan harapan bahwa pengiriman pendakwah ke luar negeri dapat memperkuat citra Islam moderat.
Menurut Wamenlu di Jakarta pada Kamis (28/2/2025), pengiriman dai ke luar negeri bisa menjadi kesempatan untuk menyebarkan pesan tentang Islam moderat kepada masyarakat internasional. Dia juga mendorong masyarakat Islam untuk melakukan proses integrasi sosial dan politik dengan komunitas masyarakat di tempat mereka tinggal.
“Proses integrasi sosial dan politik ini penting supaya walaupun jumlah Muslimnya minoritas, tetapi mereka terintegrasi dengan baik dalam masyarakat di mana mereka berada,” kata Anis.
Wamenlu juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Dompet Dhuafa yang melakukan pengiriman da'i ke luar negeri dan daerah-daerah yang tertinggal di dalam negeri.
“Saya ingin mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pimpinan, para pendiri, inisiator dan tentu saja para donatur yang menyalurkan dananya melalui Dompet Dhuafa,” ujar Anis.
Dompet Dhuafa mengadakan acara “Pelepasan Tim Kemanusiaan untuk Palestina dan Da'i Melintas Batas” di Jakarta pada Kamis.
Tim kemanusiaan akan diberangkatkan ke Palestina dan menyalurkan berbagai bantuan serta logistik untuk warga Palestina.
Sedangkan untuk “Da'i Melintas Batas”, terdapat 250 da'i yang tergabung dalam program Da'i Ambassador Ramadan yang diberangkatkan ke luar negeri dan dalam negeri ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di seluruh Indonesia.
Acara tersebut dihadiri juga oleh Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghafur dan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Arif Fahrudin.