Kamis 20 Feb 2025 17:04 WIB

Jelang Ramadhan, Muslim Harus Tahu Adab Ziarah Kubur

Di Indonesia, ziarah kubur biasanya marak menjelang Ramadhan.

ILUSTRASI Warga melakukan ziarah kubur di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Foto: Republika/Thoudy Badai
ILUSTRASI Warga melakukan ziarah kubur di TPU Karet Bivak, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ziarah kubur adalah ibadah yang biasa dilakukan umat Islam. Saat berziarah, mereka mendoakan kerabat yang telah berpulang.

Menjelang bulan Ramadhan, banyak umat Islam yang melakukan ziarah kubur. Berikut ini adalah adab-adab ziarah kubur yang perlu diketahui, dikutip dari buku A-Z: Ziarah Kubur dalam Islam karya Firman Arifandi dan Kitab Doa-Doa Ketika Berziarah yang ditulis Siti Nur Aidah.

Baca Juga

Adab ziarah kubur

1. Luruskan niat dan tujuan ziarah kubur

Tujuan ziarah kubur, di antaranya mengingat kematian.

Dari Abu Hurairah berkata: “Nabi berziarah ke makam ibunya, lalu beliau menangis dan membuat orang-orang di sekitar beliau juga menangis. Lalu beliau bersabda: “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampunan bagi ibuku, tetapi Tuhan tidak memberiku izin. Dan aku meminta izin berziarah ke makamnya, lalu aku diberi izin. Lakukanlah ziarah kubur, karena demikian itu dapat mengingatkan pada kematian" (HR Muslim).

Hadis ini menunjukkan wujud bakti kepada orang tua sekalipun sudah tiada, yakni dengan menziarahi kuburnya. Melalui sabda Nabi Muhammad SAW ini pula, para ulama memahami tentang kebolehan menziarahi kubur orang non-Muslim.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya hal itu dapat mengingatkan kalian pada kehidupan akhirat” (HR Ibnu Majah).

Dari lafaz hadis ini bisa dipahami ziarah kubur bertujuan mengingatkan kita kepada kehidupan akhirat, yang dengan demikian kita termotivasi untuk mempersiapkan bekal-bekal penting selama di dunia. Tentunya hal ini diperbolehkan dalam agama, karena dunia ini hanya sementara dan merupakan tempat mengumpulkan amalan shaleh untuk bekal di akhirat kelak.

Ziarah kubur juga bisa dilakukan untuk mendoakan kebaikan. Hal ini sebagaimana disebutkan pula dalam hadist sebelumnya tentang kebolehan mendoakan ahli kubur dengan doa-doa yang baik.

Bahkan, Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kepada 'Aisyah tentang redaksi doanya. Hal ini tentunya bisa menjadi motivasi bagi setiap orang untuk melakukan ziarah kubur.

Kemudian, tujuan ziarah kubur lainnya, yaitu banyak hal-hal yang hukumnya sunah yang Rasulullah SAW ajarkan kepada umatnya, dan ziarah kubur adalah salah satu dari sekian banyak amalan sunnah yang mudah untuk dilakukan. Ziarah bahkan dipercaya mampu memberi keberkahan bagi kedua belah pihak, baik yang berziarah atau kepada ahli kubur yang diziarahi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

2. Mengucapkan salam kepada ahli kubur

Assalaamu 'alaa ahlid diyaar. (Riwayat Abu Bakar)

3. Tidak merusak tanaman atau area di sekitar makam

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement