Rabu 17 Jul 2024 22:07 WIB

Di Balik Harumnya Makam Tabiin Abdullah Bin Ghalib, Begini Kisah Semasa Hidupnya

Abdullah bin Ghalib dikenal sebagai sosok ahli ibadah

Ilustrasi ibadah. Abdullah bin Ghalib dikenal sebagai sosok ahli ibadah
Foto: Reuters
Ilustrasi ibadah. Abdullah bin Ghalib dikenal sebagai sosok ahli ibadah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Abdullah bin Ghalib adalah seorang tabiin yang ahli ibadah dan pengajar Alquran di kota Basrah. Bersama-sama beberapa tokoh dari kalangan Tabiin, dia termasuk orang yang membaiat ‘bersumpah setia' kepada Ibnu Al-Asy'ats dalam melakukan pemberontakan atas kezaliman dan kesewenang-wenangan rezim Bani Umayyah.

Dalam buku Shalat Orang-Orang Saleh karya Ahmad Musthafa Ath- Thahthawi, setelah pembaiatan itu, Abdullah bin Ghalib ikut berperang bersama Ibnu Al-Asy'ats sampai akhirnya terbunuh dalam sebuah pertempuran yang disebut Dir al-Jamajim, pada tahun 83 H.

Baca Juga

Setelah pemakamannya, di kuburannya tercium aroma harum seperti minyak misik dan hal itu belangsung lama. Orang-rang pada waktu itu juga mengambil tanah dari kuburan beliau yang juga berbau harum seperti misik. Tanah itu kemudian mereka masukkan ke dalam baju mereka.

Dikarenakan para ulama mengkhawatirkan terjadinya fitnah (syirik, pengultusan misalnya) di kalangan orang-orang, maka kuburan itu kemudian diratakan dan dirahasiakan, sehingga tidak ada seorangpun yg dapat mengenali tempat asli kuburan tersebut.

Dikisahkan, Abdullah bin Ghalib al-Harani. adalah saleh, bertakwa, rajin ibadah, selalu menghabiskan waktu malamnya hanya untuk Allah SWT dan berperang di jalan Allah SWT.

Dia selalu berusaha untuk siap sedia mengabdikan diri kepada Allah SWT. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai imam yang dapat dipercaya, mumpuni dalam bidang agama, hafal Alquran, dan juga wira'i (menahan diri dari segala sesuatu yang haram ataupun syubhat).

Syahdan, Abdullah bin Ghalib melaksanakan shalat dhuha sebanyak seratus rakaat. Mengenai alasan hal itu dia menjelaskan, "Untuk inilah kita diciptakan, dan dengan hal inilah kita diperintahkan."

Suatu kali, al-Hasan menghampirinya dan memberi saran kepada Abdullah bin Ghalib agar jangan mempersulit para pengikutnya dengan banyak ibadah dan qiyamul-lail.

Dia menjawab, "Hai Hasan, Allah SWT justru menyuruh kita banyak-banyak mengingat-Nya, sedangkan kamu malah menyuruh kami sedikit mengingat Allah SWT. Sekali-kali jangan! Jangan kamu patuhi omongannya! Bersujud dan dekatkan dirimu kepada Allah SWT!"

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement