Rabu 17 Jul 2024 18:11 WIB

Indonesia Tingkatkan Bantuan ke Badan PBB untuk Pengungsi Palestina

Badan PBB akan terus bantu Palestina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi warga membela Palestina.
Foto: EPA-EFE/QUIQUE GARCIA
Ilustrasi warga membela Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia meningkatkan bantuan sukarela regulernya kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Hal itu diumumkan ketika Indonesia, diwakili Wakil Tetap RI untuk PBB, Arrmanantha Nasir, berpartisipasi dalam UNRWA Pledging Conference di markas PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

“Dukungan baru Indonesia untuk UNRWA meliputi; peningkatan kontribusi sukarela reguler sebesar 1,2 juta dolar AS per tahun mulai 2024; hibah sebesar 2 juta dolar AS untuk membantu memenuhi kebutuhan dalam UNRWA Flash Appeal April-Desember 2024,” demikian keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat akun X-nya, Rabu (17/7/2024). 

Baca Juga

Indonesia pun berkomitmen mengupayakan pendanaan inovatif bagi UNRWA, termasuk pelibatan masyarakat Indonesia melalui penjajakan kemitraan dengan lembaga pengelola zakat. “Dukungan ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam membantu 5,9 juta pengungsi Palestina di lima area: Yordania, Lebanon, Suriah, Jalur Gaza, dan Tepi Barat,” kata Kemlu RI.

UNRWA Pledging Conference digelar pada Jumat (12/7/2024) pekan lalu. Konferensi itu diselenggarakan untuk menjaring kontribusi keuangan tambahan untuk mendukung peran UNRWA dalam menjalankan mandatnya, yakni memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para pengungsi Palestina. 

UNRWA Pledging Conference dibuka oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden ke-78 Sidang Majelis Umum PBB Dennis Francis. Dalam pidatonya, keduanya menyoroti situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan menekankan perlunya gencatan senjata segera. Guterres dan Francis turut menegaskan peranan penting UNRWA dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara serta menjaga stabilitas kawasan.

Sebanyak 62 negara menyampaikan pernyataan nasional dalam konferensi tersebut. Hal-hal utama yang diangkat oleh masing-masing negara adalah pengakuan dan dukungan terhadap peran UNRWA dalam penanganan pengungsi Palestina dan keamanan di kawasan. Mereka juga menyerukan gencatan senjata di Gaza dan deeskalasi konflik agar tidak merembet ke kawasan lain. Mereka pun menekankan agar Israel memberikan akses terhadap UNRWA di seluruh wilayah Gaza. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement