Selasa 16 Jul 2024 21:49 WIB

Eksekutor Pembunuhan Imam Husein Cucu Nabi SAW yang Diperdebatkan Sejarawan

Ulama berbeda pendapat siapa eksekutor Pembunuhan Imam Husein

Ilustrasi Syiah. Ulama berbeda pendapat siapa eksekutor Pembunuhan Imam Husein
Foto: EPA-EFE/WAEL HAMZEH
Ilustrasi Syiah. Ulama berbeda pendapat siapa eksekutor Pembunuhan Imam Husein

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Siapakah sebenarnya pembunuh Husein, radhiyallahu anhu, cucu Nabi Muhammad SAW di Karbala saat 10 Muharram?

Banyak versi yang berkembang soal peristiwa Karbala, termasuk pelaku pembunuhan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Namun, banyak kalangan berbeda pendapat soal ini.

Baca Juga

Sumber Syiah menyebutkan, pembunuhnya adalah Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan dari Dinasti Umayyah. Sebab, saat itu ia memimpin pasukan Umayyah untuk menaklukkan daerah di sekitarnya.

Namun, ada pula versi lain yang menyatakan, penyebutan nama Yazid sebagai pelaku karena adanya kekesalan orang Syiah terhadap Muawiyah yang sejak dulu menginginkan jabatan Khalifah. Karena itulah, mereka menuduh Yazid sebagai pelakunya.

Dalam kitab Umdat at-Thalib fi Anshab Abi Thalib ditegaskan, tuduhan terhadap Yazid sebagai dalangnya sangatlah tidak tepat. Sebab, banyak bukti yang membantah tuduhan tersebut.

Imam Ath-Thabari dalam kitab sejarahnya yang berjudul Tarikhu al-Umam wa al-Muluk atau Tarikh Thabari mengutip pernyataan Muawiyah bin Abu Sufyan yang berpesan kepada anaknya, Yazid bin Muawiyah.

“Adapun Husein bin Ali, penduduk Irak sekali-kali tidak akan melepaskannya sehingga mereka mengeluarkannya untuk memberontak. Sekiranya ia keluar memberontak terhadapmu dan engkau dapat menangkapnya, maafkanlah dia karena beliau mempunyai pertalian rahim yang sangat erat dengan kita dan juga mempunyai hak yang sangat besar.”

Riwayat yang mengatakan pihak Yazid sebagai pembunuh Husein di Karbala itu berasal dari Abu Mikhnaf Lut bin Yahya. Demikian disebutkan dalam kitab A’yanusy Syiah jilid I halaman127.

Tapi, hal ini dibantah oleh sejumlah ahli sejarah lain. Imam Zahabi dalam Mizan al-I’tidal menjelaskan, ketika peristiwa Karbala ini terjadi, Abu Mikhnaf belum lahir. “Dia (Abu Mikhnaf) meninggal dunia pada 170 H,” serunya. “Ia adalah seorang pembohong besar,” ungkap Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Al-Lu'luul al-Masnuu’ah.

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement