Rabu 10 Jul 2024 08:46 WIB

Guru Besar IAI Tazkia: Ekonomi Syariah Harus Dibarengi dengan Digitalisasi

Guru Besar IAI Tazkia ini mengajak pegiat ekonomi syariah gunakan AI.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Erdy Nasrul
Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah/Dosen Institut Tazkia Murniati Mukhlisin.
Foto: Dok Pribadi
Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah/Dosen Institut Tazkia Murniati Mukhlisin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Guru Besar Akuntansi Syariah, Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin mengingatkan agar tren ekonomi syariah harus dibarengi dengan digitalisasi dan adanya sumber daya manusia (sdm) yang mumpuni. Hal tersebut ia sampaikan dalam Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia

“Jangan sampai ketika kita promosi pariwisata ramah Muslim di Sulawesi Tenggara, ternyata ada kelompok LGBT yang juga mempropaganda situs wisata ramah LGBT yang sangat mudah dilakukan secara digital. Di saat kita dengan gencar promosi digitalisasi keuangan syariah, ternyata pinjaman online ilegal dan kegiatan judi online merambah masuk ke seluruh wilayah Indonesia dengan mudah termasuk ke Sulawesi Tenggara” kata Murniati dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (9/7/2024).

Baca Juga

Guru Besar IAI Tazkia ini mengajak pegiat ekonomi syariah gunakan Artificial Intelligence (AI) untuk mempromosikan ekonomi syariah dengan sasaran yang tepat dan berkesinambungan. Saat ini AI malahan banyak disalahgunakan sehingga dampaknya sangat merugikan masyarakat salah satunya “deepfaking” yang mempromosikan situs judi online secara masif.

Indonesia saat ini menduduki peringkat ketiga di kancah ekonomi syariah global setelah Malaysia dan Saudi Arabia. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia rutin mengadakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) diadakan secara rutin di Jakarta dan Surabaya.

Road to ISEF yang dinamakan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) beberapa tahun ini juga diadakan di beberapa daerah untuk juga meningkatkan partisipasi dari seluruh masyarakat. Tak hanya di pulau Jawa, FESyar juga menyapa kawasan timur Indonesia (KTI) tepatnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara sejak Ahad (7/7/2024) hingga Selasa (9/7/2024).

Acara FESyar dimeriahkan dengan serangkaian acara dari mulai pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha), tabligh akbar yang dibawakan oleh Syekh Muhammad Jaber, pelatihan Sertifikasi Nazhir, seminar pemberdayaan pesantren, kompetisi ekonomi syariah, kompetisi dakwah, Flagship Seminar Ekonomi Syariah, seminar penguatan ekosistem halal UMKM, seminar zakat, serta berbagai lomba seperti technovation, adzan, dan memasak. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement