Selasa 11 Jun 2024 16:37 WIB

RI Masuk Lima Negara Terkorup, Anwar Abbas Minta Prabowo Bangun Penjara Bagi Koruptor

RI masuk jajaran lima besar negara terkorup di kelompok ASEAN pada 2023 versi TII

Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk saat berunjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/12/2021). Dalam aksinya mereka berharap hukuman berat bagi para koruptor untuk memberi efek jera terutama pelaku tindak pidana korupsi di masa pandemi COVID-19.
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk saat berunjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/12/2021). Dalam aksinya mereka berharap hukuman berat bagi para koruptor untuk memberi efek jera terutama pelaku tindak pidana korupsi di masa pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas mengaku tidak habis pikir mengapa para pengkhianat bangsa seperti koruptor dan mafia di era reformasi lebih menggila. "Kalau di zaman Orde Baru kata Mahfud MD praktik korupsi boleh dikatakan dalam tanda kutip hanya ada di lembaga eksekutif saja, tapi sekarang sudah merebak ke lembaga legislatif dan yudikatif," kata Buya Anwar kepada Republika, Selasa (11/6/2024).

Pernyataan Buya Anwar terkait dengan masuknya Indonesia dalam jajaran lima besar negara terkorup di kelompok ASEAN pada 2023 berdasarkan laporan Transparency International (TI).

Baca Juga

Buya Anwar menegaskan, masalah korupsi ini benar-benar sudah sangat memprihatinkan semua pihak. Dia pun teringat kata-kata begawan ekonomi Indonesia, almarhum Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo yang mengatakan ada 30 persen dana APBN yang bocor.

photo
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas - (Republika/Putra M. Akbar)

"Coba saja bayangkan jika kita sebagai bangsa bisa menutup kebocoran tersebut berarti kita untuk saat sekarang ini bisa menyelamatkan dana APBN sekitar Rp 1.000 Triliun," ujar Buya Anwar.

Buya Anwar hanya berharap, Prabowo  yang sudah berstatus sebagai presiden terpilih akan bisa menghilangkan keresahan dan kesedihan dirinya. Untuk itu, Buya Anwar hanya berharap kepada pemerintahan yang baru yang akan berada di bawah Presiden Prabowo Subianto supaya lebih bersikap keras terhadap para koruptor dan mafia tersebut. 

"Kalau perlu program satu tahun pertama beliau sebagai presiden adalah membangun penjara. Pada tahun kedua adalah menangkapi para koruptor dan mafia tersebut serta menjebloskan mereka ke dalam penjara yang telah beliau buat sebelumnya," ujar Buya Anwar.

Dia mengatakan, hal tersebut penting dilakukan supaya negeri ini benar-benar bersih karena para koruptor dan mafia inilah sebenarnya yang telah berperan besar dalam membuat negeri ini memiliki banyak masalah. Jika mereka bisa dibasmi dan ditumpas, kemajuan bangsa ini jelas akan bisa jauh lebih hebat lagi dari yang disaksikan hari ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement