Selasa 30 Apr 2024 22:43 WIB

MUI DKI Usul Bentuk Stress Center untuk Bina Mental Pemuda

Musyawarah Kerja Daerah MUI DKI Jakarta merekomendasikan sejumlah hal.

Warga menyaksikan seminar kesehatan mental di RSUD Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (20/2/2024). RSUD Taman Sari menyelenggarakan pelayanan pemeriksaan kesehatan mental untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tim sukses calon legislatif, calon legislatif, tenaga kesehatan dan masyarakat umum, dengan kuota sebanyak 100 orang.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga menyaksikan seminar kesehatan mental di RSUD Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (20/2/2024). RSUD Taman Sari menyelenggarakan pelayanan pemeriksaan kesehatan mental untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tim sukses calon legislatif, calon legislatif, tenaga kesehatan dan masyarakat umum, dengan kuota sebanyak 100 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta melalui Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) merekomendasikan opsi pembentukan stress center untuk penanggulangan krisis mental, remaja, dan rumah tangga.

 

Baca Juga

"Membentuk lembaga stress center dan konseling MUI DKI Jakarta untuk penanggulangan krisis mental, rumah tangga, dan remaja," kata Ketua Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI DKI Jakarta Deden Edi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (30/4/2024).

 

Selain itu, Mukerda MUI DKI Jakarta juga merekomendasikan dukungan MUI Pusat dalam penguatan struktur kelembagaan MUI DKI Jakarta seiring perubahan menjadi Daerah Khusus Jakarta, serta mendukung penjabaran lembaga otonom di MUI Pusat agar dapat dibentuk di MUI DKI Jakarta.

 

Selanjutnya, meminta MUI Pusat membangun Design Knowledge Management untuk kepentingan organisasi MUI tingkat provinsi dan kabupaten/kota dan melanjutkan tim ISO 9001:2015 yang sudah terbentuk dan tersertifikasi.

 

Kemudian, merekomendasikan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung pengadaan gedung sekretariat MUI DKI Jakarta yang permanen. "Ketujuh, membentuk Fatwa Center MUI DKI Jakarta, baik offline maupun online," lanjut Deden.

 

Rekomendasi lainnya, meminta setiap pengurus MUI DKI Jakarta tidak terjebak dalam politik praktis dengan membawa nama lembaga, serta senantiasa menjaga keberlangsungan program dengan mengakomodir ijtihad baru yang lebih maslahat dan lebih sering menyapa umat dalam bentuk interaksi langsung.

 

Kemudian, MUI DKI Jakarta lebih berperan aktif dalam pendampingan korban bencana, khususnya mental dan spiritual, juga menyiapkan SDM dan perangkat yang dibutuhkan untuk kegiatan kerja dengan Dinkes DKI guna pelayanan kesehatan pemuka agama, serta mengadakan dialog rutin sebagai bentuk pembinaan bagi pelaku seni, paguyuban seni Betawi, dan sebagainya yang ada di DKI Jakarta.

 

Pihaknya juga merekomendasikan sejumlah hal kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan anggaran yang sebanding dengan besarnya upaya MUI DKI dalam pelayanan umat, serta merekomendasikan kepada penyelenggara Jakarta Fair dan Wajib Halal Oktober (WHO) untuk memastikan seluruh peserta telah miliki sertifikasi halal.

 

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Muhammad Faiz bersyukur Mukerda berjalan lancar. "Program kerja yang dibahas dalam Mukerda ini akan kita jalankan hingga akhir kepengurusan kita," kata Gus Faiz, sapaannya.

 

Ia berharap MUI DKI Jakarta bisa tampil dengan semangat yang baru yakni bisa menjaga warisan dari para pendahulu, tetapi tidak pernah bosan lakukan elaborasi, kolaborasi, serta melihat perkembangan zaman.

 

"Ada banyak yang harus kita kerjakan, era yang terus berganti, dan peradaban yang terus berkembang," kata Gus Faiz.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement