Ahad 24 Mar 2024 14:04 WIB

Malaysia Gelar Program Buka Puasa Bersama 300 Pelancong Non-Muslim

Acara ini bertujuan memperkuat hubungan antara Muslim dan non-Muslim.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
 Umat Muslim Malaysia berswafoto sebelum berbuka puasa di bulan Ramadhan di depan Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia, Senin (10/4/2023).
Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Umat Muslim Malaysia berswafoto sebelum berbuka puasa di bulan Ramadhan di depan Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia, Senin (10/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA -- Seorang mahasiswa pascasarjana non-Muslim Amerika menghabiskan lebih dari lima jam di Masjid Putra, Malaysia. Ia bersemangat dan memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagai kepercayaan dan agama.

Ia adalah Olivia Price (24 tahun) dari Carolina Utara yang mengikuti program buka puasa  bersama pelancong non-Muslim. Olivia yang juga seorang mahasiswa Universiti Malaya, mengatakan setelah berada di Malaysia selama lebih dari setahun, dia telah belajar banyak tentang masyarakat multi-etnis dan budaya berbeda.

Baca Juga

“Saya mengambil magister konseling, yang merupakan alasan lain saya sangat peduli dengan apa yang orang percayai karena apa yang Anda yakini memengaruhi apa yang Anda lakukan,” ujarnya, dilansir dari The Sun, Ahad (24/3/2024).

Olivia mengaku sangat bersemangat mengikuti acara tersebut. “Saya merasa terbantu karena saya ingin memahami pandangan yang berbeda,” katanya.

Price termasuk di antara lebih dari 300 non-Muslim yang bergabung dengan program "Iftar Ramadhan Bersama Pelancong Bukan Muslim" (Ramadan Iftar dengan Turis Non-Muslim). Acara tersebut diselenggarakan oleh Masjid Putra dan Islamic Outreach Centre Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM).

Del Zook (24), juga dari North Carolina mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dia berada di masjid. Dia bersemangat untuk bergabung dan buka puasa bersama umat Islam.

"Sangat menarik bisa bersama orang Malaysia dan menarik untuk belajar tentang agama dan masjid itu sendiri," kata mahasiswa pascasarjana dari Universiti Malaya tersebut.

Petugas hubungan masyarakat Masjid Putra Ahmad Najib Aris mengatakan program tahunan ini dimulai dengan pengarahan mengenai Islam. Kemudian, diikuti dengan sesi tanya jawab tentang puasa oleh staf ABIM Outreach sebelum sesi puncak, yakni buka puasa bersama.

“Peristiwa penting ini bertujuan memperkuat hubungan antara komunitas Muslim dan non-Muslim dan mempromosikan keindahan Masjid Putra kepada wisatawan,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement