Sabtu 23 Mar 2024 23:03 WIB

Gubernur Wacanakan Ubah Nama Masjid Raya Sumbar Jadi Al Minangkabawi

Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi merupakan ulama besar asal Minangkabau.

Pengunjung berjalan di pedestrian halaman Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), di Padang, Rabu (13/4/2022). Masjid yang meraih penghargaan sebagai masjid dengan desain arsitektur terbaik di dunia dalam kompetisi Arsitektur Masjid Abdullatif Al Fozan tahun 2021 itu, ramai dikunjungi selama bulan ramadhan untuk beribadah sekaligus berwisata karena merupakan ikon wisata religi di kota itu.
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Pengunjung berjalan di pedestrian halaman Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), di Padang, Rabu (13/4/2022). Masjid yang meraih penghargaan sebagai masjid dengan desain arsitektur terbaik di dunia dalam kompetisi Arsitektur Masjid Abdullatif Al Fozan tahun 2021 itu, ramai dikunjungi selama bulan ramadhan untuk beribadah sekaligus berwisata karena merupakan ikon wisata religi di kota itu.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mewacanakan untuk mengganti nama Masjid Raya Sumbar sebagai ikon wisata halal provinsi itu menjadi Masjid Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

"Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi merupakan ulama besar asal Minangkabau yang menjadi imam di Masjidil Haram. Kita berharap nama beliau bisa diabadikan menjadi nama masjid yang menjadi ikon wisata halal di Sumbar," katanya saat memberikan sambutan dalam agenda Sumarak Ramadhan di Masjid Raya Sumbar, Padang, Sabtu (23/3/2024).

Baca Juga

Mahyeldi menyebut telah bertemu langsung dengan salah seorang keturunan ulama besar tersebut, Khalid Muhammad Al Bahjat Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang berkunjung ke Sumbar pada 2023.

Saat itu, wacana untuk mengabdikan nama sang ulama sebagai nama bangunan atau fasilitas umum di Sumbar dan mendapatkan respons positif.

"Kita rencananya kembali mengundang keturunan beliau untuk datang ke Sumbar dan saat itu langsung meresmikan perubahan nama Masjid Raya Sumbar menjadi Masjid Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi," ujarnya.

Saat ini, keturunan ulama asal Minangkabau itu tersebar pada sejumlah negara menjadi pengusaha dan birokrat. Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi ulama besar asal Minangkabau yang lahir di Nagari Koto Tuo, Sumatra Barat pada 1860 dan wafat di Makkah pada 13 Maret 1916 di usia 56 tahun.

Di antara muridnya di Makkah ialah KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlatul Ulama).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement