Senin 26 Feb 2024 14:16 WIB

Pesantren Nurul Jadid-LKPBT Kerja Sama Pengembangan Bahasa Mandarin dan Beasiswa ke Cina

Pesantren Nurul Jadid kembangkan kerja sama dengan berbagai instansi.

Pesantren Nurul Jadid kerja sama pengembangan beasiswa santri belajar ke luar negeri.
Foto: Nurul Jadid
Pesantren Nurul Jadid kerja sama pengembangan beasiswa santri belajar ke luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesantren Nurul Jadid meraih kesepakatan kolaboratif dengan Lembaga Koordinasi Pengembangan Bahasa Tionghoa (LKPBT) Jawa Timur. Hal tersebut ditandai dengan bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di Gubug Makan Mang Engking Sidoarjo. Ahad (25/02/24).

Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum yang terintregasi dan menyeluruh dalam pengajaran Bahasa Mandarin serta studi ke Cina, yang akan mencakup aspek-aspek seperti sejarah, budaya, dan kehidupan sosial di Republik Rakyat Tiongkok (RRC). Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan kontekstual kepada siswa di pesantren akan peran penting Tiongkok dalam tatanan global saat ini.

Baca Juga

Kepala  Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid  menyatakan, “Kerja sama ini merupakan upaya kami untuk memberikan pendidikan yang holistik kepada siswa kami, yang tidak hanya mencakup aspek keagamaan, tetapi juga aspek linguistik dan kultural yang relevan dalam konteks globalisasi saat ini. Kami percaya bahwa pemahaman yang lebih baik tentang Bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok akan membuka pintu peluang yang lebih luas bagi masa depan mereka”.

Soh Sian Gwan, Ketua LKPBT Jawa Timur juga menyambut baik kerja sama ini dengan memiliki komitmen terhadap pengembangan bahasa Mandarin di Pesantren Nurul Jadid.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan Bahasa Mandarin dan melanjutkan studi di Tiongkok untuk santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok” ujar Soh Sian Gwan.

Kerja sama antara Pondok Pesantren Nurul Jadid dan LKPBT Jawa Timur ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperluas wawasan dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menjadi pemimpin global yang dapat beradaptasi dengan dinamika dunia yang semakin kompleks.

"Diharapkan, kolaborasi ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak serta mendorong kerja sama lebih lanjut dalam bidang pendidikan dan budaya,"imbuhnya.

Hadir pada kegiatan itu pengurus pesantren Nurul Jadid diantaranya; Kepala Pesantren KH. Abd Hamid Wahid, Sekretaris Pesantren H. Tahiruddin, Sekretaris Yayasan H. Faizin Syamwil, Kepala Biro Pendidikan K. Ahmad Zaki.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement