Senin 19 Feb 2024 18:44 WIB

Sambut Ramadhan, Ponpes Nuu Waar AFKN Siap Khataman Alquran 6.000 Kali

Khatamul Quran merupakan tradisi setiap Ramadhan.

Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Bekasi, Jawa Barat akan menggelar Khatamul Quran.
Foto: istimewa
Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Bekasi, Jawa Barat akan menggelar Khatamul Quran.

REPUBLIKA.CO.IDBEKASI -- Ramadhan 1445 Hijriah sebentar lagi. Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Bekasi, Jawa Barat akan menggelar Khatamul Quran.

Humas Ponpes Nuu Waar AFKN Ustaz Muhammad Jufri Halim mengatakan Khatamul Quran merupakan tradisi setiap Ramadhan yang digelar Ponpes Nuu Waar AFKN. 

Baca Juga

"Tahun lalu 5500 kali khatam. Tahun ini 6.000 kali khatam," ujar Ustaz Jufri, Senin (19/2/2024).

Dikatakan Ustaz Jufri, pelaksanaan khatam Alquran dimulai akhir Syaban hingga akhir Ramadhan. "Kita selesai lima hari sebelum Lebaran," kata Ustaz Jufri.

Menurut Ustaz Jufri, khataman Alquran melibatkan semua santri, mahasiswa, guru, staf, dan alumni pesantren.

"Alumni di daerah-daerah juga kita libatkan," jelas Ustaz Jufri.

Sementara itu, Presiden AFKN KH MZ Fadzlan R Garamatan mengatakan program Khatamul Quran merupakan upaya menjadikan Kabupaten Bekasi yang menjadi lokasi keberadaan pesantren diterangi dengan cahaya Alquran. “Dengan khatam Alquran ini, Insyaallah akan menghindari gangguan mara bahaya terhadap Kabupaten Bekasi,” kata Kiai Fadzlan dalam satu kesempatan.

Lebih lanjut Kiai Fadzlan, ulama asal Fakfak, Papua Barat ini menjelaskan, khataman Alquran ini telah dimulai jauh sebelum pondok pesantren ini berada di Setu. Awalnya, pesantren ini telah dirintis dari mulai rumah kontrakan kecil di sekitar Perumahan Pondok Hijau, Bekasi Timur.

“Dulu santri masih tinggal di rumah-rumah kontrakan. Alhamdulillah, dari rumah kontrakan itu dulu sudah ribuan alumni, ada yang menjadi tentara, polisi, guru, tenaga medis, dan lain sebagainya,” urai Kiai Fadzlan.

Kini, dengan adanya pesantren saat ini, semangat untuk mengisi waktu Ramadhan dengan tilawah Alquran menjadi semakin tinggi. Maka itu, lahirlah pada tahun ini program tilawah dan khatam Alquran sebanyak 6000 kali selama bulan Ramadhan.

“Semoga program ini terus meningkat, sampai negeri ini dipenuhi dengan cahaya Alquran,” tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement