Jumat 09 Feb 2024 10:53 WIB

Spesial Harlah NU, BEM PTNU se-Nusantara Gelar Shalawat Perdamaian jelang pemilu 2024

BEM PTNU mendoakan organisasi NU semakin berjaya dan tebarkan manfaat.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Nashih Nashrullah
Shalawat Perdamaian yang digelar BEM PTNU se-Nusantara di Yogyakarta, Rabu (9/2/2/2024).
Foto: Dok Istimewa
Shalawat Perdamaian yang digelar BEM PTNU se-Nusantara di Yogyakarta, Rabu (9/2/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL— Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara mengadakan Shalawat Perdamaian dalam rangka terciptanya pemilu aman dan damai di Alun-Alun Paseban, Bantul, Yogyakarta, Rabu (7/2/2024). Masyarakat Indonesia akan menentukan calon pemimpin pada 14 Februari 2024.

Presidum Nasional BEM PTNU SE-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, mengajak masyarakat agar saling menghargai perbedaan pilihan. Dia juga menekankan agar menjaga kerukunan.

Baca Juga

“Sebagai Masyarakat Yang baik dan patuh terhadap aturan, kita tetap harus menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat meskipun nantinya berbeda pilihan dalam pelaksanaan Pemilu 2024," ujar Rifqi dalam keterangan persnya, Kamis (8/2/2024).

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengapresiasi langkah yang di ambil oleh BEM PTNU Se-Nusantara dalam mengkampanyekan Pemilu Damai. Menurutnya apa yang dilakukan BEM PTNU Se-Nusantara tersebut merupakan langkah sentral pada Pemilu 2024.

 

“Bagaimana mereka hadir di tengah-tengah masyarakat demi mengedukasi prihal pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam bermasyarakat menjelang pemilu serentak 2024," katanya.

Shalawat Perdamaian dipimpin oleh Habib Anis Bin Yahya bersama Gus Atraf Husein El Hakim dan  Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Seluruh kordinator wilayah BEM PTNU Se-Nusantara serta kurang lebih 15 ribu Masyarakat Yogyakarta. 

Ada tiga calon pasangan Capres-Cawapres 2024 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Maka dari itu penting seruan agar masyarakat ikut menciptakan Pemilu Damai digalakkan. 

Sementara itu, Resepsi Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama (NU), digelar di Kampus Terpadu Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Gamping, Sleman, DIY, pada Rabu (31/1/2024) lalu.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan sambutan di Resepsi Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama (NU). Ia menegaskan komitmen NU untuk mewujudkan kemenangan bagi Indonesia. 

"Hingga saat ini insya Allah untuk selama-lamanya tekad NU tidak akan pernah luntur untuk terus mengabdi kepada bangsa yang kita cintai ini dan mengabdi kepada kemanusiaan sekuat-kuatnya," kata Gus Yahya, Rabu (31/1/2024).

Gus Yahya mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi momentum untuk menentukan masa depannya.

Meski dihadapi banyak tantangan, namun di saat yang bersamaan ada begitu banyak keunggulan yang apabila dipergunakan secara strategis maka bisa digunakan untuk mengatasai tantangan-tantangan yang ada.

"Maka NU juga tidak akan berpangku tangan akan sungguh-sungguh berupaya ikut menyumbang kepada maslahat bangsa dan negara yang kita cintai ini. Agar kita pastikan bersama-sama bahwa menghadapi tantangan-tantangan tersebut Indonesia menang," ucapnya 

Salah satu ikhtiar yang dilakukan NU untuk mewujudkan komitmen tersebut adalah dengan pengembangan pendidikan. Menurutnya diresmikannya gedung UNU Yogyakarta merupakan lompatan besar NU.

"Saya harus berterus terang bahwa UNU Yogyakarta dengan pengembangan sekarang ini yang diselesaikan selama 2 tahun tapi saya kira merupakan lompatan lebih dari 50 tahun untuk ukuran UNU," ucapnya.

Baca juga: 10 Cara Keluar dari Kesulitan Masalah Hidup Menurut Alquran dan Hadits

Dirinya mengakui bahwa lompatan tersebut dimulai dari visi pribadi Presiden Jokowi. Ia menyebut bahwa Jokowi lah yang  menggagas tentang bagaimana membantu NU lebih siap menghadapi masa depan.

"Hari ini kita telah menyaksikan bagaimana rupa masa depan yang telah kita persingkat kedatangannya untuk NU ini. Bahkan nanti kita mulai langkah yang lebih jauh lagi melalui kick off dimulainya pembangunan MBZ Colllege of Future Studies yang ini nanti saya denger dalam rencananya akan diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat lagi dengan lompatan yang jauh lebih depan lagi mungkin 100-150 tahun kedepan Insya Allah," ungkapnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement