Senin 29 Jan 2024 22:41 WIB

AICIS 2024 Upaya Hadirkan Agama Hadapi Tantangan Kemanusiaan

AICIS 2024 menjadi inspirasi penguatan moderasi beragama.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo.
Foto: Dok. Republika
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan penyelenggaraan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 di UIN Walisongo, Semarang, pada 1-4 Februari 2024, bertujuan menghadirkan peran agama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.

"AICIS kali ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali peran agama, terutama Islam, dalam menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer di kancah global," ujar Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo di Jakarta, Senin (29/1/2024).

Baca Juga

Wibowo mengatakan penyelenggaraan AICIS 2024 pada 1-4 Februari 2024 bertepatan dengan Hari Internasional Persaudaraan Manusia yang ditetapkan PBB pada 4 Februari.

Peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional ini didasarkan pada momentum ditandatanganinya Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan pada 4 Februari 2019 oleh Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.

 

Sebagai kelanjutan dari itu, didirikan Zayed Award for Human Fraternity. "Alhamdulillah, tahun ini NU dan Muhammadiyah telah ditetapkan sebagai penerima Zayed Award for Human Fraternity," kata Wibowo.

Ajang pertemuan antara akademisi, peneliti, dan tokoh agama di Asia Tenggara ini akan membahas berbagai isu, seperti agama, nasionalisme, dan kewarganegaraan di Asia Tenggara, dampak Isu dan ketegangan keagamaan internasional terhadap nasionalisme, kewarganegaraan, dan hak asasi manusia, hingga isu gender, spiritualitas, dan minoritas.

"Isu besarnya adalah peran agama dalam menguatkan nasionalisme, merespons krisis keadilan dan kesetaraan, masalah gender, serta kemaslahatan umat, termasuk yang berkenaan dengan krisis iklim," kata Wibowo.

Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Ahmad Zainul Hamdi mengapresiasi banyaknya makalah yang dikirim kepada panitia untuk mengikuti ajang tahunan Kemenag ini.

Meski dilaksanakan pada awal tahun, kata dia, penyelenggaraan AICIS 2024 mendapat respons yang luar biasa dari publik. Sebanyak 1.957 makalah yang masuk ke panitia berasal dari 11 negara, antara lain Afghanistan, Armenia, Mesir, Indonesia, Irak, Malaysia, hingga Maroko.

"Ini rekor sepanjang penyelenggaraan AICIS," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement