Selasa 23 Jan 2024 10:57 WIB

Mengintip Persiapan Arab Saudi Gelar Forum Kota Cerdas Global

Ajang tersebut menandai forum global pertama untuk kota cerdas.

Diriyah Company dan Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh, Arab Saudi mengumumkan rencana pembangunan gedung opera Royal Diriyah Opera House.
Foto: Saudi Gazette
Diriyah Company dan Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh, Arab Saudi mengumumkan rencana pembangunan gedung opera Royal Diriyah Opera House.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Wali kota, ahli data dan kecerdasan buatan, spesialis bidang digital, insinyur kota cerdas, investor, dan ahli ekonomi yang mewakili 40 negara akan berkumpul di Arab Saudi untuk menghadiri Forum Kota Cerdas Global pada 12-13 Februari 2024.

Forum yang digelar Otoritas Kecerdasan Buatan dan Data Saudi (SDAIA) dan bertema "Kehidupan Yang Lebih Baik" itu akan berlangsung di The Arena Riyadh Venue. Ajang tersebut menandai forum global pertama untuk kota cerdas di Arab Saudi yang bertujuan membentuk visi ambisius masa depan kota melalui solusi kota cerdas.

Baca Juga

Forum itu diharapkan dapat menetapkan prinsip-prinsip dasar yang mendukung pembangunan perkotaan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dengan sasaran akhir meningkatkan kualitas hidup manusia. Sebanyak 80 pembicara dengan keahlian masing-masing akan menghadiri forum guna mengeksplorasi tema masa depan kota pintar secara komprehensif.

Perhatian utama ditujukan untuk mendukung upaya pemerintah global dalam menerapkan model inovatif bagi solusi cerdas. Solusi-solusi ini memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi, mendorong kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup penduduk kota-kota tersebut.

 

Forum tersebut menekankan pentingnya pembangunan manusia, mendorong wirausahawan untuk berinvestasi dengan membangun solusi cerdas yang mendukung inovasi, serta mencapai keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kemakmuran ekonomi kota. Visi tersebut juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan, inovatif, dan stabil bagi masyarakat.

Forum ini diharapkan, mencakup sesi dan lokakarya yang dihadiri oleh wali kota, sekelompok pakar internasional dalam membangun dan merencanakan kota pintar, investor, universitas terkemuka, inovator, pembuat kebijakan ekonomi global, organisasi internasional, dan lembaga nirlaba. Sesi dalam dalam forum tersebut akan melibatkan dialog yang membahas kota cerdas masa depan, mengatasi tantangan infrastruktur di masa depan, serta merancang inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat kota yang terus meningkat.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement