Senin 22 Jan 2024 17:00 WIB

Melalui MER-C, Bosowa Kirim Bantuan Rp 576 Juta Untuk Palestina

RS Indonesia akan beroperasi secara maksimal saat terjadi perang.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
CEO Bosowa Corporindo Subhan Aksa menyalurkan bantuan untuk Palestina sebesar Rp 576 Juta lewat Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad dan Farid Thalib di Kantor Bosowa Corporindo, Menara Karya Lantai 16, Jakarta, Senin (22/1/2023).
Foto: Fuji E Permana / Republika
CEO Bosowa Corporindo Subhan Aksa menyalurkan bantuan untuk Palestina sebesar Rp 576 Juta lewat Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad dan Farid Thalib di Kantor Bosowa Corporindo, Menara Karya Lantai 16, Jakarta, Senin (22/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menerima amanah dari PT Bosowa Corporindo untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara di Palestina. PT Bosowa Corporindo menitipkan donasi untuk Palestina ke MER-C sebesar Rp 576.757.994.

Penyerahan donasi tersebut dilakukan secara simbolis oleh CEO Bosowa Corporindo Subhan Aksa kepada Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad dan Farid Thalib di Kantor Bosowa Corporindo di Menara Karya Lantai 16, Jakarta, Senin (22/1/2023).

Baca Juga

Subhan mengatakan, Bosowa Corporindo menyalurkan bantuan untuk Palestina melalui MER-C karena menilai MER-C dapat menyampaikan bantuan tersebut langsung kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan bantuan. Sumbangan yang dikumpulkan Bosowa Corporindo berasal dari perusahaan dan karyawan.

"Harapannya sumbangan dari kami bisa ikut membantu meringankan beban yang dihadapi teman-teman atau masyarakat Palestina," kata Subhan kepada Republika, Senin (22/1/2023)

Subhan menambahkan, bantuan tersebut juga diharapkan sebagai bentuk dukungan moral kepada bangsa Palestina. Sehubungan dengan itu, Bosowa Corporindo berterima kasih kepada MER-C atas kerjasamanya dalam penyaluran donasi ini.

"Besaran donasi tersebut diperoleh dari sumbangsih unit bisnis, karyawan dan jajaran direksi Bosowa," ujarnya.

Di tempat yang sama, Presidium MER-C, Farid Thalib mengatakan, perlawanan bangsa Palestina terhadap Israel paling dahsyat dilakukan di Gaza Utara. Rumah Sakit Indonesia (RSI) juga terletak di Gaza Utara, sayangnya RS Indonesia sudah tidak beroperasi sejak diserang Israel.

Fisik RS Indonesia memang utuh tapi bagian dalamnya (RSI) mungkin sudah dihancurkan (oleh Israel), kita punya Genset ditembak (oleh Israel), feeling saya sudah dirusak (bagian dalam RSI oleh Israel)," ujar Farid. 

Farid menegaskan bahwa Israel membunuh bangsa Palestina secara perlahan. Awalnya RS Indonesia akan beroperasi secara maksimal saat terjadi perang, ternyata benar perang terjadi hingga Israel merusak RS Indonesia.

"Tapi kalau dilihat, keberhasilan perjuangan Palestina luar biasa," jelas Farid.

MER-C juga menyampaikan bahwa masih ada relawan MER-C yang bertugas di Gaza. Sehingga bantuan bisa secara langsung disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement