Senin 22 Jan 2024 13:15 WIB

Masjid di Jerman Makin Sering Terima Surat Kebencian

Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah menyaksikan pertumbuhan islamofobia.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Orang-orang berjalan melewati Masjid  Pusat Cologne selama Hari Masjid Terbuka di Cologne, Jerman, Selasa (3/10/2023).
Foto:

Menurut statistik resmi, ada 124 serangan terhadap Muslim dalam tiga bulan pertama tahun 2023, termasuk serangan verbal dan fisik, surat ancaman dan serangan pembakaran yang menargetkan masjid.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah menyaksikan pertumbuhan rasisme dan Islamofobia. Hal tersebut didorong oleh propaganda kelompok neo-Nazi dan partai Alternatif sayap kanan untuk Jerman (AfD) yang mengeksploitasi krisis pengungsi dan berusaha menanamkan ketakutan imigran.

Jerman telah merekam kejahatan Islamofobia secara terpisah sejak 2017. Pada 2018, ada 910 insiden, termasuk 48 serangan terhadap masjid saja, sedikit lebih rendah dari 1.095 kejahatan tahun 2017. Pada 2019, sekitar 871 serangan menargetkan komunitas Muslim di Jerman.

Khususnya, pada 2020, ekstremis sayap kanan Tobias Rathjen menyerang dua kafe di kota Hanau, menewaskan sembilan anak muda dan melukai lima lainnya. Semua korban memiliki latar belakang migran, empat di antaranya adalah orang Turki.

Dengan lebih dari 84 juta orang, Jerman memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Di antara hampir 5,3 juta Muslim di negara itu, tiga juta adalah keturunan Turki.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement